KALTIMNUSANTARA.COM- Setelah melalui perjalanan Panjang dalam tanpa kepastian Mengenai Musyawarah Mahasiswa (Musma) Universitas Balikpapan yang seharusnya terlaksana pada Juli 2023, Akhirnya ter inisiasi oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Balikpapan (MPM UNIBA) pada Sabtu, 9 Desember 2023.
Hal ini tentu memicu gesekan antar ormawa se-UNIBA lantaran pelaksanaan Musyawarah Mahasiswa ini telah terlampau jauh dari tenggat waktu yang sebagaimana seharusnya terlaksana.
Dalam hal lain periode kepengurusan BEM UNIBA & MPM UNIBA telah melewati ambang batas yang telah ditetapkan, 1 (satu) periode kepengursan BEM UNIBA & MPM UNIBA telah terlewatkan, akan tetapi da;am perjalanannya tidak ada perkembangan signifikan mengenai Kinerja BEM UNIBA & MPM UNIBA yang seharusnya mampu berjalan sebagaimana mestinya.
“Ya tentu ini sudah terlampau jauh, Menggambarkan ketidakberesan didalam yang seharusnya menjadi perhatian kita Bersama, mengingat bahwa tongkat estafet regenerasi harus segera berjalan
sebagaimana mestinya” ujar Raihan Anandana, Kepala Departemen Kajian Strategi & Politik BEM FH UNIBA (09/12)
Dia menekankan, dalam perjalanan menuju Musyawarah Mahasiswa ini sendiri berangkat daripada desakan Ormawa se-Uniba, dalam hal ini mengingat pelaksanaan yang selalu terhambat
dikarenakan Ketersediaan serta Kehadiran Presma UNIBA Agung Syahrir, dan Wapresma UNIBA Laode Syahri Djafar.
Raihan juga mempertegas,
Musyawarah Mahasiswa yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Desember 2023 ini adalah forum yang cacat secara formil, pasalnya dalam pelaksanaan Musyawarah Mahasiswa ini tidak dihadiri oleh Presma UNIBA dan Wapresma UNIBA yang seharusnya bertanggung jawab dalam menutup kepengurusan dengan seksama.
“Pertanyaan kami Bersama kemana Presma dan Wapresma saat mereka dimintai pertanggung jawaban atas Kepengurusan yang telah berjalan? Jelas ini menggambarkan ketidakmampuan Presma dan Wapresma kami dalam mempertanggungjawabkan kepengurusan” Jelas Raihan.
Kekecewaan Ormawa se-Uniba juga mendesak untuk menghadirkan Presma UNIBA serta Wapresma UNIBA, sehingga lahirlah kesepakatan Forum untuk Dipending sampai dengan hadirnya Presma UNIBA serta Wapresma UNIBA yang kemudian akan dibuka Kembali pada hari
Sabtu, 23 Desember 2023.
“Hari ini jelas dapat kita lihat Bersama bahwa BEM UNIBA tidak memiliki nilai-nilai
profesionalitas, yaitu pertanggungjawaban dalam kepengurusan yang sudah lewat satu periodisasi” tutup Nada Mulia, Ketua Umum BEM FH UNIBA.
Dengan adanya kejadian ini Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (BEM FH UNIBA) mengecam Tindakan yang dilakukan oleh Presma & Wapresma Universitas
Balikpapan, maka dengan ini kami menuntut sebagai berikut:
1) Mendesak MPM UNIBA untuk mengadakan ulang Musyawarah Mahasiswa UNIBA.
2) Mendesak Agung Syahrir selaku Presma UNIBA beserta Laode Syhari Djafar selaku
Wapresma UNIBA untuk hadir dalam Musyawarah Mahasiswa guna
mempertanggungjawabkan kepengurusan BEM UNIBA.
3) Mendesak BEM UNIBA & MPM UNIBA untuk menghadirkan seluruh jajaran
kepengurusan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepengurusan.


