BEM FISIP UNMUL Gelar Mimbar Bebas, Peringati Reformasi

KALTIMNUSANTARA.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (BEM FISIP Unmul) gelar Mimbar Bebas di Kampus Unmul pada Rabu 31 Mei 2023.

Presiden BEM FISIP UNMUL Slamet Riyadi mengungkapkan kegiatan tersebut bertajuk Mei Bersuara Mei Berlawan.

Mei merupakan salah satu bulan yang sarat akan perjuangan. Berbagai rentetan peristiwa pun mewarnai bulan Mei, sehingga tak lepas dari nilai-nilai perjuangan.

Rentetan peristiwa demi peristiwa pun terjadi dimulai dari May Day yang tiap tahunnya menuntut agar para buruh memilki kondisi pekerjaan yang lebih baik dan juga menghormati para pekerja buruh di seluruh dunia.

Tetapi hal tersebut menurutnya seolah bertolak belakang dengan adanya UU Ciptakerja yang semakin mengekang kebebasan para kaum buruh.

Berselang sehari dari May Day, pada tanggal 2 Mei selalu menjadi peringatan hari Pendidikan Nasional yang diperingati bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Hari Pendidikan Nasional merupakan saat yang tepat untuk merenungkan pentingnya pendidikan dan berpikir bagaimana cara agar dapat berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Salah satu upaya yang sedang digalakkan dalam memajukan Pendidikan Indonesia adalah dengan hadinya “marketplace” yang katanya menjadi solusi atas permasalahan guru honorer, tetapi justru terkesan “degradasi guru menjadi barang dagangan”.

Hal tersebut menurut dia dikhawatirkan akan menyebabkan kedudukan guru makin tidak terhormat, dan akan merubah definisi guru secara radikal.

Peristiwa bersejarah lainnya diwarnai oleh kehadiran Marsinah, seorang buruh perempuan yang lantang dan berani menyuarakan tuntutan kesejahteraan bagi kaum buruh akan tetapi naas harus meregang nyawa ditangan para penguasa.

Tepat pada 9 Mei 1993 jasad Marsinah ditemukan di Dusun Jengong, Nganjuk, Jawa timur. Dari hasil olah forensik menunjukkan bahwa Marsinah tewas sehari sebelum jasadnya ditemukan.

Trisakti merupakan salah satu peristiwa yang tak lekang oleh masa. Trisakti merupakan peristiwa penembakan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi untuk menuntut Soeharto agar turun jadi jabatannya sebagai seorang kepala negara pada tanggal 12 Mei 1998.

Hingga kini, kekejaman apparat dalam meredakan aksi demonstrasi para aktivis waktu itu mendapatkan sorotan dan masih menanti keadlian bagi keluarga korban Tragedi Trisakti.

Sebagai penutup bulan Mei yang penuh sejarah, tepat 25 tahun yang lalu yakni pada 21 Mei 1998, Bacharuddin Jusuf Habibie dilantik menjadi presiden RI ke-3 di Istana Merdeka usai Soeharto membacakan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden. Adapun rekam jejak agenda reformasi pada saat itu adalah penghapusan dwifungsi ABRI dari militer, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), reformasi dan kebebasan berpolitik, kebebasan berekspresi, serta pengusutan kasus penculikan aktivisme, penembakan mahasiswa, dan kerusuhan Mei (13-15 Mei 1998).

“Perjalanan seperempat abad demokrasi tak hanya sekedar menjawab tantangan dalam upaya merawat demokrasi tetap berjalan kearah yang benar, tetapi juga untuk tetap mengingat peristiwa sejarah masa lalu,” tutupnya.

Berita Terkait

Most Popular