Cipayung Balikpapan Berikan Catatan Kritis Untuk Calon Pemimpin

BALIKPAPAN- Mahasiswa Balikpapan menggugat gagasan Calon Walikota Balikpapan pada Diskusi Publik “Gagasan untuk Balikpapan”. Hal ini juga berkaitan dengan Debat Publik Ketiga Pilkada Balikpapan 2024 yang digelar pada Jumat (22/11/2024).

Kegiatan ini digagas 5 Organisasi Mahasiswa yaitu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), & Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Balikpapan.

Pada kegiatan tersebut turut mengundang ketiga Pasangan Calon Kepala Daerah Kota Balikpapan. Akan tetapi yang dapat turut hadir pada kegiatan Diskusi Publik hanya dua Pasangan Calon, yaitu nomor urut dua di hadiri oleh Dr. Rendi Susiswa Ismail, S.H., M.H. & nomor urut tiga di hadiri oleh Drg. Syukri Wahid, S.K.G.

Selepas kegiatan Diskusi Publik berjalan. Perwakilan Mahasiswa Balikpapan, Maha Sakti Esa Jaya (GMNI Balikpapan) menyampaikan kekecewaannya pada pasangan calon Kepala Daerah Kota Balikpapan yang absen pada ruang Diskusi Publik.

Sehingga menurut maha diskusi masih belum dapat berjalan secara maksimal dikarenakan absennya satu pasangan calon dalam memberikan paparan visi-misi pada pemuda Kota Balikpapan

“Kami menyambut baik kehadiran pasangan calon yang telah hadir dan berani untuk di ulas secara kritis terkait dengan Visi-Misinya, tetapi dalam ruang diskusi ini kami menyayangkan abstainnya paslon 01” ungkapnya (24/11/2024).

Dialog Uji Gagasan tersebut diawali dengan presentasi gagasan masing-masing Paslon dan dilanjutkan dengan pertanyaan tajam oleh Para Ketua Umum Cipayung Plus Balikpapan yaitu GMKI, GMNI, HMI, LMND, dan PMKRI.

Dalam kegiatan ruang diskusi yang mengangkat tema Gagasan untuk Balikpapan. Tedapat beberapa topik hangat yang menjadi pembahasan antara lain Isu Pendidikan, Infrastruktur, Lingkungan Hidup, Ketenagakerjaan & Ekonomi

“Kelima isu ini diambil berdasarkan urgensinya pada Pembangunan Masyarakat Kota Balikpapan” ujarnya maha.

Dalam agenda dialog tersebut banyak membahas evaluasi dan proyeksi Balikpapan ke depan juga komitmen-komitmen yang dibangun oleh Paslon dengan para mahasiswa ketika Paslon tersebut terpilih dan siap menandatangani MOU yang telah disediakan rekan-rekan Cipayung Plus Balikpapan.

Maha juga turut menambahkan bahwa agenda dialog Gagasan untuk Balikpapan ini tujukan untuk dapat membahas evaluasi dan proyeksi Balikpapan ke depan, serta menjadi ruang untuk mengukuhkan komitmen yang dibangun oleh para Paslon dengan para mahasiswa ketika Paslon tersebut terpilih dengan menandatangani MOU yang telah disediakan rekan-rekan Cipayung Plus Balikpapan.

“MOU ini berisikan hasil riset kami dilapangan selama 2 bulan terakhir di Kota Balikpapan. Dengan komitmen bersama dari rekan-rekan Cipayung, Kami siap mengawal dokumen Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) ini sampai akhir.” Ujar Maha

Dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) Kelompok Cipayung dan Para Kandidat Calon Walikota Balikpapan. Terdapat delapan point yang diinginkan mahasiswa yakni dukungan terhadap Program Kepemudaan, Pembukaan Akses dan Ruang bagi Kelompok Muda, Dukungan untuk Program Pemberdayaan Pemuda, Peningkatan Mutu dan Kualitas Pemuda Balikpapan, : Pembentukan Forum Komunikasi Pemuda dengan Pemerintah Daerah, Pengoptimalisasian Program Beasiswa, Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Balikpapan, dan : Pengawalan dan Evaluasi Kesepakatan.

“Semoga ruang kritik & kritis semacam ini tidak berhenti sampai pada ruang pilkada, pasca pilkadapun kita harus siap untuk terus kritis untuk pembangunan Kota Balikpapan” Penutup dari Maha.

Berita Terkait

Most Popular