Dari Bukuan, Ananda Emira Moeis Menanam Harapan Lewat Gerakan Merawat Pertiwi

Samarinda — Minggu pagi (4/1/2026) di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, tak sekadar diisi aktivitas akhir pekan. Warga berkumpul, saling berbincang, sambil menerima bibit-bibit pohon buah yang kelak akan tumbuh di pekarangan rumah dan lahan kosong di sekitar mereka.

Di tempat itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur sekaligus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, kembali melanjutkan gerakan Merawat Pertiwi: “Hijaukan Pertiwi, Tumbuhkan Sejuta Harapan”. Sebuah gerakan politik lingkungan yang berangkat dari pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tentang pentingnya menjaga bumi sebagai warisan bersama.

Sebanyak 20.650 bibit pohon buah dibagikan kepada 21 RT di Kecamatan Palaran dan satu kelompok tani. Bibit-bibit itu bukan sekadar simbol, tetapi diharapkan benar-benar tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus kehidupan warga.

“Menanam pohon itu seperti menanam harapan. Hasilnya memang tidak langsung kita nikmati hari ini, tapi beberapa tahun ke depan,” kata Ananda Emira Moeis.

“Kalau lingkungan kita rawat bersama, manfaatnya akan kembali ke masyarakat sendiri,” lanjutnya.

Menurut Ananda, gagasan politik lingkungan tidak boleh berhenti pada slogan. Ia harus hadir lewat tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

“Kita ingin gerakan ini membumi. Pohon ditanam di rumah-rumah warga, dirawat bersama, dan kelak hasilnya juga untuk masyarakat,” ujarnya.

Sambutan warga pun terasa hangat. Perwakilan warga setempat menyebut pembagian bibit pohon buah memberi semangat baru untuk menjaga lingkungan sekitar.

“Kalau sudah ditanam sendiri, rasanya sayang kalau tidak dirawat. Ini jadi pengingat bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan kelompok tani penerima bibit. Ia menilai bibit pohon buah memiliki nilai jangka panjang, baik untuk keberlanjutan lingkungan maupun ketahanan pangan.

“Kalau pohonnya tumbuh dan berbuah, manfaatnya bukan hanya untuk satu orang. Ini bisa dinikmati bersama,” katanya.

Dari Bukuan, gerakan Merawat Pertiwi berjalan perlahan namun pasti. Satu bibit ditanam, satu kesadaran tumbuh. Dan dari tanah yang dirawat hari ini, harapan untuk masa depan mulai bersemi. (Mujahid)

Berita Terkait

Most Popular