Home Kaltim Bontang Forum Masyarakat Peduli Kota Bontang Dukung Pembangunan Pabrik Soda Ash

Forum Masyarakat Peduli Kota Bontang Dukung Pembangunan Pabrik Soda Ash

BONTANG- Forum Peduli Masyarakat Kota Bontang (FPMKB) mendukung penuh rencana pembangunan Pabrik Soda Ash oleh Pupuk Kaltim di Kawasan Industri milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE).

Perwakilan forum Nasullah mengaku pembangunan Pabrik Soda Ash memiliki banyak manfaat. Mempertahankan Bontang sebagai kota Industri yang berkembang pesat.

Beberapa efek yang ditimbulkan dengan adanya investasi besar itu, bisa mengurangi angka pengangguran, memutar ekonomi masyarakat, serta meningkatkan peningkatan pemberdayaan kontraktor lokal.

FPMKB tidak berkeinginan ada investasi yang tertolak. Semisal dengan gagalnya pembangunan pabrik NPK Cluster di masa lalu merupakan pukulan telak bagi mandeknya perekonomian masyarakat.

“Kami mendukung. Investasi besar ini harus didukung. Apalagi pabrik pertama di Indonesia. Banyak efek baik mengurangi pengangguran dan angka kemiskinan,” ucap Nasrullah.

Di tempat yang sama Ketua GP Ansor Bontang Achmad Cholid menganggap keberadaan investasi perlu didukung.

Masyarakat juga akan turut mengawasi aktivitas pembangunan agar tetap pada aturan. Baik pemberdayaan masyarakat lokal hingga presentase prioritas daerah.

“Perusahaan juga harus tetap teguh jalankan aturan. Masyarakat di berdayakan,” ucapnya.

Diketahui, Pembangunan pabrik Soda Ash ini menandakan geliat investasi Bontang terus berkembang. Apalagi nilai investasi pembangunan pabrik Soda Ash cukup fantastis, mencapai Rp2,7 Triliun.

Pabrik tersebut dibangun di lahan seluas 16 hektar di kawasan PT Kaltim Industrial Estate, di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik ditargetkan akan melakukan fase uji coba produksi pada kuartal III 2027 serta mulai berproduksi secara komersial pada akhir tahun 2027.

Membangun pabrik ini PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia dengan konsorsium PT TCC Indonesia Branch – PT Enviromate Technology International.

Exit mobile version