
KALTIMNUSANTARA.COM-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Samarinda melakukan serangkaian acara dalam Semarak Hara Lahir PMII ke 63 tahun dengan Tema Nasional “Penggerak Bangsa Memimpin Nusantara”.
Kegiatan tersebut dilakukan sejak tanggal 8-16 April 2023 yang dipusatkan di Aula Lantai 3 Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur.
Ketua Cabang PMII Samarinda, Ahmad Naelul Abrori, mengatakan, rangkaian acara puncak Harlah PMII ke 63 tahun diantaranya yakni Santunan Anak Yatim (Panti Khoirul Amal & Panti Asuhan Ibnu Muzhaffar) disertai Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama sebanyak 42 orang.
“Tidak berhenti disitu kegiatan dilanjutkan dengan tarawih bersama, lalu acara puncak yakni pemotongan tumpeng,” kata Abrori.
Pada kegiatan tersebut di hadiri oleh Pengurus PKC PMII Kaltimra, IKA PMII Kaltim, dan IKA PMII Samarinda beserta Sahabat-Sahabati PMII Se Kota Samarinda.
Acara Refleksi Pergerakan Harlah PMII 63 tahun diisi oleh beberapa narasumber yang juga merupakan alumni PMII Kota Samarinda, diantaranya sahabat Syafrudin (Komisi III DPRD Provinsi Kaltim), sahabat Syaparuddin J. (Ketua TWAP Kota Samarinda), sahabat Rusman Ya’qub (Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim), dan sahabati Ida Farida (Ketua Muslimat Kota Samarinda).
Refleksi kegiatan tersebut ditujukan untuk mengambil ibrah di momentum Harlah PMII ke 63 Tahun.
“Penggerak Bangsa Memimpin Nusantara dapat diaplikasikan kepada anggota dan kader PMII dengan kondisi lokalitas di Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda yang saat ini tersorot secara Nasional dan Internasional melalui hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim,” sambungnya.
Dalam pemaparannya, Sahabat Syafrudin menyampaikan tantang sahabat PMII Kaltim khususnya Kota Samarinda sangat kompleks, selain mengenai Tambang Ilegal yang masih juga perlu penindakan hukum yang tegas juga perlunya mengkaji akar permasalahannya yakni pada regulasi UU No 3 Tahun 2020 tentang Minerba dan Perppu No 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, inilah yang harus massif dikawal oleh sahabat-sahabati PMII khususnya Kota Samarinda. Sahabat Rusman dalam kesempatannya menyampaikan bahwa perhatian PMII di Kaltim harus mengarah pada orientasi pengabdian kemahasiswaan juga yaitu pada sektor pendidikan. Kita ketahui bahwa pendidikan adalah adalah akar dari kemajuan dan perkembangan sumber daya manusia, maka itu untuk menuju kesana diperlukan peningkatan kapasitas dengan alokasi anggaran yang adil sehingga pemerataan pendidikan di Kaltim merata dan mendorong anggota dan kader PMII untuk aktif terlibat dalam peningkatan literasi di Kalimantan Timur.
Sementara, Syaparuddin memaparkan mengenai perlunya anggota dan kader PMII Se Kota Samarinda yang sebagai basis gerakan PMII di Kaltim untuk peka terhadap realita sosial seperti, mengawal pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda serta meningkatkan kesadaran akan menjaga lingkungan sebagai wujud Hablum Min Alam dalam NDP PMII.
Terakhir Ida Farida menyampaikan bahwa anggota dan kader perempuan dalam PMII jangan hanya membatasi diri pada ruang-ruang perempuan dalam bergerak, lakukan langkah-langkah besar dan produktif serta terarah bagi organisasi sehingga perempuan memiliki peran-peran strategis untuk kemajuan organisasi.
Apalagi dengan kemajuan teknologi hari ini, anggota dan kader jangan gagap memanfaatkan teknologi untuk syiar keislaman serta melakukan kampanye rekruitmen kaderisasi.
Terakhir, dalam acara tersebut sahabat Rusman bersama senior dan IKA PMII yang hadir sepakat untuk secara bersama mengawal realisasi segera untuk pembangunan Graha IKA PMII Kaltim pada tahun ini dan mendorong program bersama perpustakaan PMII sebagai upaya peningkatan literasi anggota dan kader PMII.