spot_img
Selasa, Januari 20, 2026

Ribuan Mahasiswa Laksanakan Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Kaltim

- Advertisement -

KALTIMNUSANTARA.COM- Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Senin (11/4/2022).

Ribuan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai organisasi dan kampus yang ada di Samarinda dan Kaltim. Tampak Aksi tersebut dimulai dengan melakukan longmarch dari Islamic Center menuju Gedung DPRD Kaltim.

Dengan di pimpin mobil komando, para mahasiswa menyanyikan lagu perjuangan silih berganti. Setelah sampai di gedung DPRD Kaltim, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi politik secara beruntun.

Presiden BM KM Unmul Iksan Nopardi menyatakan bahwa tuntutan yang dibawah pertama, menolak dan membatalkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax yang sebelumnya berkisar Rp9.000 menjadi Rp13.000 per liter.

Kedua, menolak dan membatalkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang sebelumnya dari 10 persen menjadi 11 persen. Ketiga, menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu  2024 mendatang.

Dirinya menyatakan bahwa kenaikan BBM jenis pertamax dan kenaikan PPN berpotensi akan membebani masyarakat. Hal ini dikarenakan situasi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Menurutnya perekonomian masyarakat baru bangkit setelah dua tahun tiarap.

“Harus dievaluasi kebijakan ini, berpotensi memberikan dampak bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Selain itu pihak aliansi juga menyoroti isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu. Menurutnya hal ini sangat mencederai semngat Reformasi.

Selain itu hal tersebut juga melanggar konstitusi yang secara jelas mengatur bahwa jabatan presiden dan wakil presiden hanya bisa dibatasi dua periode.

“Hal ini sangat merusak akal sehat, tidak boleh didiamkan. Masyarakat harus bersuara,” terangnya.

Karena itu, Mereka meminta kepada DPRD Kaltim sebagai perpanjangan tangan rakyat untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut kepada DPR RI dan Presiden Jokowi untuk menyatakan sikap tegas dan menolak perpanjang masa jabatan serta penundaan Pemilu.

Selain berorasi peserta aksi juga menyanyikannya lagu perjuangan. Saat memasuki waktu ashar, mahasiswa melakukan solat berjamaah.

Sampai berita ini diterbitkan massa aksi masih menunggu sikap dari DPRD Kaltim.

Berita Terkait
- Advertisment -

Most Popular