DPRD PPU Dorong Peningkatan Kualitas RAPB Menjadi Rumah Sakit Rujukan

PPU – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi M Yusuf menyoroti terkait dengan peningkatan kualitas Rumah Sakit Ratu Aji Putri Botung (RAPB) menjadi rumah sakit rujukan.

“Karena rumah sakit (RAPB) merupakan yang terbaik yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Terlebih PPU sebagai pintu gerbang Ibu kota, negara, nusantara. Harapan kami nanti Kabupaten Penajam Paser Utara nanti rumah sakitnya adalah rumah sakit rujukan,” ungkapnya, Senin (28/04/2025).

Apalagi, Andi M Yusuf mengatakan dengan akan ditetapkannya Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PPU yang didalamnya termaktub visi-misi Bupati PPU, Mudyat Noor.

“Termasuk didalamnya terkait masalah peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambahnya.

Salah satu upayanya, Andi M Yusuf berharap adanya penambahan insentif untuk dokter spesialis dan dokter umum di PPU. Sehingga para dokter nantinya dapat membuka praktik di PPU.

“Sehingga kalau umpanya Jumat, Sabtu, Minggu ada yang sangat krusial, dokternya itu standby untuk menyembuhkan pasien yang ada masuk di rumah sakit itu sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, jika tidak ada penambahan insentif para dokter akan berpikir untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia mengatakan upaya ini diadopsi dari Kabupaten Tabalong yang rumah sakitnya telah menjadi rujukan.

“10 tahun yang lalu, waktu saya berkunjung kesitu dan Alhamdulillah saya ketemu dengan Direkturnya langsung menyampaikan yang paling penting insentif dokter spesialis, waktu itu beliau memberikan insentif dokter spesialis itu kurang lebih 50 juta per bulan. Kalau dokter umum itu kurang lebih 30 juta per bulan,” ujarnya.

Walaupun Ia memahami terkait dengan regulasi yang berkaitan dengan pemberian insentif tidak boleh melebihi Sekretaris Daerah (Sekda). Ia berharap nantinya akan ada referensi untuk menetapkan dasar hukumnya agar dapat dilaksanakan.

“Sehingga nanti kalau umpamanya memang kita kekurangan dokter, saya rasa dokter dari manapun kalau seandainya insentifnya naik juga besar, pasti akan berlomba-lomba untuk bekerja di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tutupnya.

Berita Terkait

Most Popular