400 Koperasi Desa di Kaltim Siap Masuk Skema Kopdeskel, Langkah Nyata Transformasi Ekonomi Perdesaan

Samarinda – Transformasi ekonomi desa berbasis koperasi mulai menunjukkan kemajuan signifikan di Kalimantan Timur.

Sebanyak 400 koperasi desa di provinsi ini telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam skema nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal dan menekan ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong pembentukan koperasi desa sebagai garda depan ekonomi kerakyatan.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut kebijakan tersebut dengan optimisme, dan menilai koperasi bukan hanya sebagai entitas formal, tetapi sebagai katalisator pembangunan ekonomi yang berbasis komunitas.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menyatakan bahwa kesiapan ratusan koperasi tersebut menandai antusiasme dan semangat kemandirian dari masyarakat desa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan.

“Kita ingin koperasi benar-benar menjadi pilar ekonomi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga desa,”tegasnya pada Selasa (20/5/2025).

Integrasi koperasi ke dalam sistem Kopdeskel juga dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan struktur ekonomi yang lebih inklusif dan resilien terhadap dinamika pasar.

Pemerintah daerah bersama kementerian teknis tengah menyiapkan pendampingan intensif untuk memastikan koperasi desa mampu menjalankan fungsi produktifnya secara optimal.

Program ini secara nasional menargetkan pembentukan hingga 80.000 unit Kopdeskel, yang akan menjadi fondasi baru dalam sistem ekonomi mikro berbasis komunitas.

Kalimantan Timur, dengan kesiapan 400 koperasinya, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model percontohan nasional dalam pelaksanaan kebijakan ini.

Menurut Seno, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada regulasi dari pusat, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah daerah, aparatur desa, dan masyarakat.

“Koperasi harus dikembalikan pada ruhnya sebagai milik rakyat. Kalau ini dikelola dengan benar, kita tidak hanya bicara koperasi, tapi tentang kebangkitan ekonomi desa yang sejati,”jelasnya.

Dengan target integrasi penuh pada pertengahan Juli 2025, Kalimantan Timur kini bergerak cepat menyongsong era baru ekonomi desa yang berbasis solidaritas, efisiensi, dan kemandirian.(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular