SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyoroti hambatan struktural yang selama ini memperlambat upaya pengurangan kemiskinan di wilayahnya.
Menurutnya, kondisi geografis yang menantang serta minimnya infrastruktur dasar menjadi penghalang utama bagi pemerataan pembangunan, terutama di kawasan pedalaman dan perbatasan.
“Sebagian besar wilayah pedalaman masih belum terhubung dengan infrastruktur memadai. Di Kabupaten Mahakam Ulu misalnya, akses jalan sangat terbatas, dan beberapa titik bahkan hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai. Hal ini membuat distribusi layanan dan logistik menjadi mahal dan tidak efisien,”jelas Rudy pada Rabu (28/5/2025).
Meski Kalimantan Timur mencatat angka kemiskinan yang lebih rendah dari rata-rata nasional, Gubernur menekankan bahwa tantangan di lapangan jauh lebih kompleks.
Selain faktor geografis, ia juga mengungkapkan bahwa banyak wilayah belum memiliki akses setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Listrik masih menjadi barang mewah di beberapa desa. Dari lebih dari seribu desa dan kelurahan di Kaltim, masih ada yang hidup dalam gelap tanpa penerangan. Bagaimana kita bisa bicara pembangunan jika kebutuhan mendasar saja belum terpenuhi?”tegas Rudy.
Selain itu, tingginya harga barang kebutuhan pokok di wilayah terpencil turut memperburuk kondisi sosial ekonomi warga.
Dalam beberapa kasus, harga bahan bangunan seperti semen bisa mencapai hampir Rp800 ribu per sak, sementara harga BBM bisa menyentuh Rp30 ribu per liter—angka yang jauh di atas harga pasar.
Menurut Rudy, ketimpangan seperti ini menjadi faktor utama yang menjebak masyarakat dalam lingkaran kemiskinan.
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim menggulirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung akar persoalan, termasuk program pendidikan dan kesehatan gratis serta jaminan sosial berbasis infrastruktur.
“Kami tidak ingin masyarakat tertinggal karena akses yang buruk. Melalui program gratis pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan konektivitas ke pelosok, kami ingin Kalimantan Timur bangkit dan setara dengan wilayah negara tetangga yang infrastrukturnya sudah lebih maju,”tandasnya.
(adv/diskomimfokaltim).


