SAMARINDA – Perayaan Iduladha 1446 Hijriah di Kalimantan Timur tidak hanya berlangsung khidmat dari sisi keagamaan, tetapi juga membawa angin segar dalam sektor ekonomi daerah.
Di tengah momen yang biasanya identik dengan lonjakan kebutuhan rumah tangga, harga-harga bahan pokok justru terpantau stabil, bahkan mengalami penurunan pada beberapa komoditas.
Fenomena ini menjadi indikator penting bahwa masyarakat Kalimantan Timur mulai menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi pola konsumsi menjelang hari raya besar.
Tidak tampak adanya gejala panic buying atau pembelian berlebihan yang sering menjadi pemicu fluktuasi harga di pasaran.
“Kami mengamati bahwa harga kebutuhan pokok relatif terkendali. Beberapa bahkan menurun. Ini menunjukkan pengelolaan konsumsi oleh masyarakat berjalan baik dan bijaksana,”tutur Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, pada Sabtu (7/6/2025).
Ia juga menilai, kestabilan ini tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, terutama para pelaku usaha yang tetap menjaga etika dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.
Tidak ditemukan praktik penimbunan barang maupun permainan harga yang kerap memicu keresahan publik menjelang hari besar.
“Kondisi ini mencerminkan adanya sinergi yang sehat antara masyarakat dan pelaku ekonomi. Ketika warga tidak berbelanja secara berlebihan dan pedagang menjaga etika niaga, maka kestabilan ekonomi bisa diwujudkan,”ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap berbelanja secara proporsional dan menghindari kepanikan dalam membeli kebutuhan pokok.
Langkah ini dinilai berhasil membangun kesadaran publik dan menciptakan iklim pasar yang tenang.
“Kami berharap pola konsumsi yang terukur dan rasional ini bisa terus menjadi bagian dari budaya ekonomi masyarakat Kalimantan Timur. Tidak hanya saat Iduladha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,”tambah Wagub Seno.
Dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil dan aktivitas masyarakat yang berjalan lancar selama perayaan Iduladha, Pemprov Kaltim optimistis bahwa budaya konsumsi cerdas serta kolaborasi harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi yang kuat bagi ketahanan ekonomi daerah di masa depan.
(adv/diskominfokaltim).


