Samarinda – Analis Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim), Hasbar Mara, menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan teknis semata.
Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga perlu memiliki integritas dan karakter kuat agar mampu menjadi agen perubahan yang sesungguhnya.
“Untuk mengedukasi pemuda agar menjadi sosok yang handal, kita tidak bisa melihat hanya dari satu sisi. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari mental, pemahaman keagamaan, hingga kemampuan berkarya,” ucap Hasbar, Kamis (10/07/2025).
Ia menegaskan bahwa ketidakseimbangan antara aspek kecerdasan dan nilai moral bisa menjadi hambatan serius dalam proses pengembangan diri seorang pemuda.
“Kalau kita hanya mementingkan kemampuan berkarya, tetapi meninggalkan pemahaman keagamaannya, itu tidak seimbang. Harus balance. Karena sehebat apapun seorang pemuda, tapi kalau dari sisi moral dan keamanannya kurang, maka itu bukan pemuda yang kita harapkan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, kata Hasbar, Dispora Kaltim terus menyusun program-program pelatihan, seminar, dan pembinaan yang tidak hanya menumbuhkan kecakapan, tetapi juga membangun karakter. Setiap kegiatan selalu disisipkan nilai-nilai kebangsaan, etika, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi tantangan ke depan.
“Memang tidak gampang untuk menjadikan pemuda yang paripurna. Tapi minimal mereka bisa lebih unggul dibandingkan yang lain, baik dari sisi karakter maupun keterampilan,” tegasnya.
Menurutnya, pembinaan ini menyasar seluruh lapisan pemuda, baik pelajar, mahasiswa, maupun komunitas di wilayah desa dan kota. Semua diarahkan agar pemuda Kalimantan Timur siap menjadi pribadi yang adaptif, kompetitif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
Hasbar meyakini, pemuda dengan karakter yang seimbang akan lebih siap menjawab tantangan pembangunan, termasuk dalam menyambut peran strategis Kaltim sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita ingin pemuda Kaltim ini bukan hanya sekadar hebat di satu sisi. Mereka juga harus punya karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.(ADV)


