Lewat Forum Jasa Konstruksi, Bontang Matangkan Dukungan Proyek Strategis

Bontang – Sebanyak 125 peserta dari berbagai elemen jasa konstruksi mengikuti Forum Jasa Konstruksi Kota Bontang 2025 yang digelar Dinas PUPR di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (9/9). Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif dalam mendorong profesionalisme tenaga kerja dan badan usaha jasa konstruksi.

Mengusung tema “Pemberdayaan Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) dan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) yang Kompeten, Profesional, dan Berdaya Saing”, forum ini dihadiri 125 peserta, yang terdiri dari perwakilan OPD terkait dan 11 unsur masyarakat jasa konstruksi. Unsur tersebut antara lain asosiasi perusahaan, asosiasi profesi, lembaga pelatihan konstruksi, pengguna jasa, penyedia jasa, pelaku rantai pasok, tenaga kerja konstruksi, pemerhati konstruksi, lembaga sertifikasi, pemanfaat produk jasa konstruksi, hingga pakar konstruksi.

Kepala Dinas PUPR Bontang, Cholis Edi Prabowo, dalam laporannya menyebutkan, forum ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai lembaga strategis, yakni Sri Rejeki (Kabid Bina Konstruksi PUPR Provinsi Kaltim), Rahmad Zaenal (KPP Pratama Bontang), BPJS Ketenagakerjaan, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), dan Bank BRI Cabang Bontang.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Lukman, Wali Kota menegaskan bahwa sektor jasa konstruksi memegang peran vital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Industri jasa konstruksi memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan di Indonesia. Karena itu, regulasi penyelenggaraan jasa konstruksi harus diatur sebaik mungkin agar tercipta layanan yang berkualitas dan berdaya saing,” ucap Lukman.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh unsur masyarakat jasa konstruksi, khususnya para pelaku usaha, dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Bontang. Pemerintah, kata Lukman, tidak bisa bekerja sendiri tanpa kolaborasi yang erat.

Selain aspek regulasi, Lukman menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, SDM yang kompeten adalah fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur yang aman, kokoh, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Dengan SDM yang unggul, kita dapat mewujudkan bangunan yang tidak hanya indah dan kuat, tetapi juga berkualitas dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang,” tuturnya.
Forum ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah mencetak tenaga kerja konstruksi yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.

Dalam kesempatan itu, Lukman juga mengajak seluruh peserta forum untuk menjaga komitmen bersama dalam mendukung proyek strategis Kota Bontang, terutama pembangunan Pelabuhan Loktuan.

“Mari kita wujudkan Pelabuhan Loktuan sebagai simpul maritim yang modern, ramah lingkungan, dan menjadi motor penggerak perekonomian Kota Bontang,” ujarnya.
Melalui forum ini, Pemkot Bontang berharap tercipta pemahaman bersama dan arah pembangunan yang jelas, sehingga sektor jasa konstruksi di Bontang semakin profesional, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Berita Terkait

Most Popular