![]()
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya meningkatkan layanan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih. Dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Pemkab Kutim mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp15 miliar untuk memperkuat kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutim.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi dan prioritas pembangunan yang ditekankan oleh Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim beberapa waktu lalu. Rapat tersebut membahas penyesuaian APBD akibat kebijakan efisiensi nasional serta dinamika pendapatan daerah.
“Dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, arah kebijakan belanja difokuskan pada program prioritas, termasuk penyediaan layanan dasar seperti air bersih,” tegas Ardiansyah di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kutim.
Penyertaan modal ini diharapkan memperkuat kapasitas PDAM dalam meningkatkan jangkauan layanan dan kualitas air bersih di berbagai kecamatan. “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga Kutim, baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmatinya secara layak,” ujarnya.
Bupati juga menjelaskan, perubahan APBD 2025 dilakukan berdasarkan ketentuan PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, menyusul adanya penurunan pendapatan daerah dari Rp11,151 triliun menjadi Rp9,376 triliun. Meski terjadi koreksi anggaran, pemerintah menjaga agar sektor pelayanan publik tidak terdampak.
Selain memperkuat PDAM, Pemkab Kutim juga memastikan belanja daerah diarahkan pada efisiensi, pemenuhan mandatory spending, serta pelaksanaan program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Ardiansyah menegaskan pentingnya kolaborasi eksekutif dan legislatif dalam menjaga transparansi serta efektivitas penggunaan anggaran.
“Kami berkomitmen menjalankan prinsip Money for Program and Strengthening Better. Setiap rupiah harus digunakan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Ardiansyah.
Dengan tambahan modal Rp15 miliar ini, Pemkab Kutim optimistis PDAM dapat memperluas layanan air bersih dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KN)


