Pemkot Bontang Ancang-ancang Untuk Siap Mencari Investor Pabrik Pengelola Soda Ash

BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moernaeni bergerak cepat pasca pabrik Soda Ash resmi di bangun dan akan beroperasi pada 2028 mendatang untuk mencari investor industri pengolah.

Lahan di Kawasan Industri Bontang Lestari dipasarkan untuk menggaer investor. Mulai dari pabrik kaca, deterjen, kimia, pulp dan kertas.

Kemudian, Industri pengolaan air, tekstil, Industri Metalurgi, Industri Food Grade, baterai dan aki, Industri Keramik dan Enamel, serta Pencernaan Jaringan dan Laboratorium.

“Kami siapkan bisnis plan pasca pabrik itu berdiri. Tugas mencari investor juga tengah dilakukan,” ucap Wali Kota Bontang Neni Moernaeni usai peresmian Pabrik Soda Ash pada Jumat (31/10/2025) kemarin.

Terlebih Pupuk Kaltim hanya akan membangun 1 pabrik saja untuk penyediaan Soda Ash. Sementara pengerjaan kontruksi hilirisasi itu berada di kewenangan daerah.

Neni mengaku melalui DPM-PTSP juga diminta bekerja ekstra mencari potensi investor. Baik investor dalam negeri atau luar negeri.

“Kami berikan karpet merah untuk, investor. Lahan tersedia seribu hektar cocok untuk bangun Industri,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Pupuk Kaltim resmi memulai pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia melalui prosesi groundbreaking yang digelar pada Jumat (31/10/2025). Proyek strategis nasional ini ditargetkan tuntas pada Maret 2028 mendatang.

Sejak Juni 2025, PT Pupuk Kaltim telah memulai tahap awal berupa pematangan lahan seluas 16 hektare yang akan menjadi lokasi utama fasilitas produksi Soda Ash.

Dalam pelaksanaan proyek ini, Pupuk Kaltim menggandeng konsorsium PT TCC Indonesia Branch – PT Enviromate Technology International sebagai mitra Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Pabrik di Bontang ditargetkan mampu memproduksi 300.000 metrik ton Soda Ash dan 300.000 metrik ton Amonium Klorida per tahun.

Kepala DDPM-PTSP Bontang Aspianur mengaku siap untuk mencari investor mengelola hasil soda ash. Lahan di Bontang Lestari diyakini mampu menampung banyak industri.

“Kami gerak cepat cari investor,” tutur Aspianur.

Berita Terkait

Most Popular