BONTANG- Pemerintah Kota Bontang menambah luasan Kawasan Industri Bontang Lestari menjadi 2.500 hektar.
Penambahan itu berdasarkan usulan draft Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026.
Menganggapi hal itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang Aspianur penambahan luasan kawasan industri menambah angin segar untuk perkembangan ekonomi.
Pasca luasan lahan itu ditambah DPM-PTSP akan bergerak cepat menambahkan lahan itu ke draft Master Plan Kawasan Industri.
Menurutnya Bontang Lestari merupakan kawasan potensial untuk dijadikan kawasan hilirisasi industri hijau.
“Di Bontang Lestari potensi besar. Dekat dengan laut serta kawasan strategis,” ucap Aspianur pada Selasa (12/11/2025).
Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Edy Prabowo mengatakan, penambahan luasan ini perlu dilakukan untuk memanfaatkan lahan agar bisa di jadikan wilayah Industri.
Dradt revisi RTRW sudah dijalankan. Menunggu pembahasan di tingkatan Legislatif dan pengesahan pada tahun 2026.
“Kami tambah 1.500 hektar kawasannya di sekitaran PT EUP dan GPK berbatasan dengan Kukar,” ucap Edy kepada awak media.
Penambahan luasan kawasan industri ini juga selaras dengan visi dan misi Wali Kota Neni serta wakilnya Agus Haris.
Dimana Bontang akan menjadi Kota Industri dan Jasa sebagai penyanhgah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sana fokus pengembangan industri direncanakan bergerak dalam sektor hilirisasi. Juga menanggapi rencana pembangunan pabrik turunan dari Soda Ash yang tengah mulai dibangun.
“Kukar juga ada tambahan 5 ribu hektar kawasan industri. Jadi kawasan industri kami berdampingan dengan mereka,” ucapnya.


