DPRD Bontang Winardi Minta Warga Lokal Bisa Bersaing Bekerja di Pembangunan Soda Ash

BONTANG- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tambang perlu mendapat perhatian. Anggota DPRD Bontang Winardi, solusinya ialah intervensi Pemkot Bontang dalam penyerapan tenaga kerja di pembangunan Soda Ash.

Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan Pabrik Soda Ash di Kawasan Industri Estate yang digagas oleh Pupuk Kaltim.

Meski menyambut baik proyek nasional tersebut, dia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal sejak tahap awal pembangunan.

Menurut Winardi, kehadiran pabrik Soda Ash pertama di Indonesia akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Bontang. Namun, ia mengingatkan bahwa investasi besar semacam ini harus memberikan dampak nyata bagi warga setempat.

“potensi ini harus diawasi. Jadi tidak lagi pengangguran bisa besar karena banyak proyek di Bontang ini,” ucap Winardi.

Ia juga menyoroti perlunya transparansi dalam setiap tahapan perencanaan proyek, terutama menyangkut perekrutan tenaga kerja dan keterlibatan kontraktor lokal.

Menurutnya, keterbukaan merupakan hal penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap investor yang berinvestasi di daerah.

“Jangan sampai muncul kesan proyek ini dijalankan secara tertutup. Kita sudah punya Perda Nomor 10 Tahun 2018 yang mengatur soal tenaga kerja lokal, minimal 75 persen harus berasal dari Bontang. Itu harus ditegakkan,” tegasnya.

Selain tenaga kerja, Winardi juga mendesak perusahaan agar memberikan ruang sebesar-besarnya bagi pengusaha lokal untuk menjalin kemitraan.

Ia menyebut, banyak kontraktor lokal yang telah membuktikan kemampuan menangani proyek-proyek besar, bahkan sampai di luar daerah.

“Sumber daya kita tidak kalah. Mereka punya pengalaman dan memahami karakteristik daerah ini lebih baik dibanding pihak luar. Itu adalah keunggulan yang patut dipertimbangkan,” jelasnya.

Berita Terkait

Most Popular