Kejar Target Rp50 Juta, DPMPTSP Bontang Gencar Promosi Videotron ke Perusahaan

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang berupaya meningkatkan pendapatan dari layanan penayangan iklan di videotron milik pemerintah. Langkah jemput bola ke perusahaan-perusahaan akan dilakukan untuk memperkenalkan fasilitas tersebut sekaligus mendorong pemanfaatannya sebagai media promosi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pemanfaatan videotron saat ini masih belum optimal. Hingga awal Mei 2026, pendapatan yang diperoleh dari retribusi penayangan iklan baru berasal dari satu pelanggan.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan empat unit videotron yang tersebar di sejumlah titik strategis kota, yakni kawasan Tugu Selamat Datang, simpang empat Loktuan, Bontang Kuala, dan lingkungan Kantor DPMPTSP.

“Kami melihat potensi pemanfaatannya masih cukup besar. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan lebih aktif menawarkan layanan ini kepada dunia usaha dan perusahaan yang beroperasi di Bontang,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, tiga videotron yang berada di luar kantor memiliki ukuran 3×4 meter. Sementara videotron di halaman Kantor DPMPTSP berukuran lebih besar dan memiliki dua sisi layar yang dapat digunakan untuk penayangan informasi maupun promosi.

Selain mendukung penyebarluasan informasi pemerintah, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, layanan, maupun capaian perusahaan kepada masyarakat.

Aspiannur menuturkan tarif layanan videotron telah diatur melalui regulasi yang berlaku. Untuk videotron berukuran 3×4 meter, biaya penayangan ditetapkan sebesar Rp250 ribu per menit per hari. Sedangkan videotron berukuran lebih besar dikenakan tarif Rp350 ribu per menit per hari.

“Kami ingin perusahaan mengetahui bahwa fasilitas ini terbuka untuk publik. Tidak hanya untuk iklan komersial, tetapi juga bisa digunakan menampilkan berbagai informasi dan prestasi perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan videotron sebagai media promosi dinilai sejalan dengan upaya menjaga estetika kota karena dapat mengurangi kebutuhan pemasangan media reklame konvensional di berbagai titik.

“Di 2026 ini target retribusinya nya itu Rp 50juta dari penanganan iklan maka dari itu kami berencana jemput bola ke perusahaan,” tandasnya.

Berita Terkait

Most Popular