Sunggono Pastikan Dapur SPPG di Wilayah 3T Kukar Mulai Beroperasi Bertahap

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong percepatan pengoperasian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah selesai dibangun, khususnya di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah Pemkab Kukar menerima kunjungan perwakilan BGN RI di ruang eksekutif Kantor Bupati Kukar, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan itu, pembahasan turut menyoroti kesiapan layanan SPPG di 20 kecamatan. Sebanyak 17 kecamatan di antaranya merupakan wilayah 3T yang menjadi perhatian dalam pemerataan pelayanan pemenuhan gizi.

Sunggono menjelaskan, beberapa daerah 3T yang telah dibangun berada di Kecamatan Tabang, Kenohan, Muara Muntai, Anggana, dan Kembang Janggut. Meski bangunan sudah tersedia, operasionalnya sempat tertunda karena kebijakan moratorium.

“BGN menyampaikan bahwa dapur yang sudah selesai dibangun akan diupayakan untuk segera beroperasi. Ini menjadi perhatian karena keberadaan SPPG di wilayah 3T penting untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi,” ujar Sunggono, Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan, pengaktifan dapur tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan fasilitas yang telah memenuhi persyaratan.

Dia bilang pemerintah daerah pun tidak menargetkan pembangunan unit baru dalam tahap pengoperasian yang direncanakan selesai pada akhir 2026.

Menurut Sunggono, dapur yang dapat mulai melayani masyarakat harus sudah rampung, melalui proses verifikasi, dan tercatat dalam portal BGN. Dengan demikian, pengoperasian dapat difokuskan pada fasilitas yang telah memenuhi ketentuan.

“Berdasarkan komitmen yang disampaikan BGN saat pertemuan melalui Zoom bersama kami, dapur-dapur yang sudah memenuhi persyaratan direncanakan mulai beroperasi, termasuk yang berada di wilayah 3T,” katanya.

Sebelumnya, pembukaan SPPG secara seremonial telah dilaksanakan di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana. Selanjutnya, pemerintah berharap fasilitas lain yang telah siap dapat segera difungsikan sesuai tahapan yang ditetapkan.

Sunggono berharap pengoperasian dapur SPPG tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemenuhan gizi, terutama di wilayah yang memiliki kendala geografis.

“Harapannya, dapur yang sudah tersedia tidak hanya menjadi bangunan, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan pemenuhan gizi masyarakat di berbagai kecamatan di Kukar,” tutupnya. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular