KALTIMNUSANTARA.COM- Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, menyoroti fenomena hipokrisi dalam upaya pemberantasan politik uang, di mana beberapa pihak yang menghimbau agar tidak melakukan praktik tersebut justru menjadi pelakunya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam tindakan dan ucapan sebagai bentuk kejujuran dan keseriusan dalam memerangi politik uang.
“Ya secara tegas saya mengecam tindakan hipokrisi yang terjadi dalam upaya pemberantasan politik uang,” ungkapnya dengan nada tegas (22/2/2024).
Menurutnya, banyak pihak yang secara publik mengimbau agar tidak melakukan praktik tersebut, namun kenyataannya mereka sendiri adalah pelakunya.
“Hal ini menciptakan paradoks yang sulit dijelaskan, terutama di tengah-tengah tuntutan untuk kejujuran dan transparansi dalam dunia politik,” bebernya..
Dalam pandangannya, kondisi ini menjadi semakin rumit ketika pihak yang melakukan himbauan tersebut tidak konsisten dengan ucapan dan perbuatannya sendiri.
Samri menegaskan bahwa penting bagi semua pihak untuk bertindak secara konsisten, baik dalam kata-kata maupun tindakan, agar dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
“Tapi kita mengakui bahwa dalam realitas politik saat ini, sulit untuk menemukan figur yang benar-benar bersih dari praktik politik uang,” imbuhnya.
Ia menekankan perlunya semua pihak untuk mengakui dan menerima bahwa tidak ada yang benar-benar bersih, termasuk dirinya sendiri.
“Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan praktik politik uang terus berlangsung,” tegasnya.
Samri menegaskan bahwa perjuangan melawan politik uang harus dilakukan secara bersama-sama, tanpa terkecuali.
“Setiap orang yang melakukan himbauan untuk bersih dan adil harus konsisten dengan ucapan dan perbuatannya, sehingga dapat menciptakan lingkungan politik yang lebih bersih dan jujur,” pungkasnya. (ADV)


