![]()
SENDAWAR – Keberhasilan kebun percontohan (demplot) tumpang sari di Kutai Barat (Kubar) memicu Kutai Timur (Kutim) menyiapkan langkah adopsi sistem pertanian terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Mahyunadi, menilai model yang memadukan pertanian hortikultura dan peternakan ini efektif menghasilkan lahan subur dengan komoditas berkualitas tinggi. “Tanah yang dikelola dengan baik, insyaallah bisa menghasilkan di luar ekspektasi,” ujar Mahyunadi saat meninjau lokasi demplot.
Ia menyoroti panen edamame berkualitas tinggi, yang biasanya hanya ditemukan di restoran besar, serta pemanfaatan pupuk kandang yang menunjang kesuburan tanah.
Wabup Mahyunadi menekankan pentingnya kreativitas dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi petani dan nelayan Kutim. “Jangan berhenti berkreasi,” pesan Mahyunadi.
Peningkatan SDM ini diharapkan mempermudah akses terhadap bantuan pemerintah, pelatihan, dan pengelolaan lahan yang lebih baik. Pembentukan koperasi juga disarankan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan.
Keberhasilan demplot Kubar menjadi inspirasi bagi Kutim dalam mendorong pertanian terintegrasi yang efektif dan efisien. Pemerintah Kutim berencana mempelajari lebih jauh sistem pengelolaan demplot Kubar dan berkolaborasi untuk implementasinya, disertai program pelatihan dan pendampingan bagi petani serta nelayan. (ADV/ProkopimKutim/KN)


