Samarinda – Ancaman konten destruktif di dunia maya mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur untuk memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda.
Langkah ini menjadi strategi penting dalam membangun ketahanan karakter pemuda di tengah derasnya arus informasi digital.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, menegaskan bahwa literasi digital kini merupakan kebutuhan mendesak.
Ia mengatakan bahwa pemuda tidak cukup hanya memahami teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan internet secara positif dan produktif.
“Anak muda tidak cukup hanya paham teknologi, mereka juga harus mampu menggunakan internet dengan cara yang positif dan produktif. Dunia digital bisa jadi tempat belajar, berkarya, atau justru sebaliknya kalau tidak disikapi dengan cerdas,” ujarnya, Minggu (22/6/25)
Hasbar juga mengingatkan bahwa tanpa adanya arahan dan regulasi yang jelas, generasi muda sangat rentan terpapar informasi palsu dan nilai-nilai yang bertentangan dengan karakter kebangsaan.
Karena itu, pembinaan literasi digital harus dikawal secara terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, Dispora Kaltim saat ini tengah mengembangkan program-program pembinaan karakter yang terintegrasi dengan pemahaman literasi digital. Sasaran dari program ini adalah agar pemuda tidak sekadar menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu berkontribusi aktif melalui pembuatan konten yang edukatif, inspiratif, dan membangun.
“Kita dorong supaya media sosial tidak cuma jadi tempat hiburan, tapi juga ruang belajar, ruang kampanye kebaikan, dan ekspresi kreatif yang membangun,” jelasnya,.
Selain edukasi langsung kepada pemuda, Dispora juga menjalin kerja sama dengan sekolah dan komunitas lokal. Tujuannya untuk memastikan bahwa aktivitas daring para pelajar tetap sehat dan dalam pengawasan yang bijak.
Dispora merancang sejumlah agenda lanjutan seperti seminar, workshop, hingga kampanye daring yang akan terus digelar secara rutin.
Seluruh inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan
digital generasi muda dan meningkatkan kecakapan mereka dalam menyaring serta mengelola informasi.
Hasbar berharap, dari Kalimantan Timur akan lahir pemuda-pemuda yang mampu menjadi pelopor terciptanya ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
“Kami ingin anak-anak muda Kalimantan Timur tampil sebagai pionir dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan produktif. Karena merekalah ujung tombak perubahan di era teknologi ini,” tutupnya.(ADV)


