DPKH Kaltim Jamin Stok Hewan Kurban Aman, Masyarakat Mulai Beralih ke Kambing dan Domba

SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Iduladha 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pasokan hewan kurban di seluruh wilayah dalam kondisi aman, bahkan mengalami surplus di sejumlah jenis hewan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim melaporkan ketersediaan total mencapai 36.951 ekor hewan kurban, yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa surplus hewan kurban ini menunjukkan kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mencerminkan hasil dari penguatan produksi peternakan lokal.

“Tahun ini kita memiliki stok lebih dari cukup, khususnya untuk sapi dengan kelebihan pasokan hampir 8 ribu ekor,”ujar Fahmi Kamis (22/5/2025).

Permintaan sapi kurban tahun ini menurun tipis menjadi 16.890 ekor dibanding tahun lalu.

Namun, stok yang tersedia mencapai 24.834 ekor, menghasilkan surplus 7.944 ekor.

Surplus ini, menurut Fahmi, sebagian besar berasal dari distribusi luar daerah, terutama Nusa Tenggara Timur, yang masuk melalui pelabuhan di Kota Samarinda.

Samarinda mencatat jumlah stok sapi terbanyak, yaitu 6.957 ekor, disusul Kutai Kartanegara (4.240 ekor) dan Balikpapan (4.000 ekor).

Namun, untuk permintaan, Kutai Kartanegara tetap menjadi yang tertinggi dengan kebutuhan 4.142 ekor, sementara Balikpapan dan Samarinda masing-masing membutuhkan 3.219 dan 2.626 ekor.

Menariknya, tren kurban tahun ini menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat dari sapi ke hewan jenis kecil seperti kambing dan domba.

Peningkatan permintaan ini terjadi seiring relaksasi aturan pemasukan domba ke wilayah Kaltim serta pertimbangan praktis masyarakat di kawasan perkotaan.

“Kambing dan domba kini lebih diminati, bukan hanya karena ketersediaannya, tapi juga karena alasan religius dan efisiensi dalam berkurban,”jelas Fahmi.

Ia menuturkan bahwa banyak masyarakat kini lebih memilih berkurban kambing satu ekor atas nama keluarga, ketimbang mengikuti kurban kolektif yang melibatkan banyak orang tanpa ikatan kekeluargaan.

Pergeseran ini, menurutnya, memperlihatkan pendekatan baru dalam memaknai ibadah kurban.

Dari sisi angka, jumlah kambing kurban tahun ini diproyeksikan mencapai 6.689 ekor, meningkat dari tahun sebelumnya.

Ketersediaannya pun cukup tinggi, yaitu 11.373 ekor, dengan pasokan terbanyak berada di Samarinda (5.191 ekor), Balikpapan (1.354 ekor), dan Bontang (1.330 ekor). Ini memberikan surplus kambing sebanyak 4.684 ekor.

Kebutuhan domba juga mengalami lonjakan, dari 77 ekor pada 2024 menjadi 173 ekor di tahun ini.

Dengan stok sebanyak 744 ekor, terdapat kelebihan pasokan hingga 571 ekor.

Sebagai bagian dari kebijakan keberpihakan kepada peternak lokal, sejak tahun ini pemerintah mewajibkan instansi untuk membeli hewan kurban melalui Pusat Distribusi dan Kemitraan Ternak (PDKT), guna menjamin kualitas dan memperkuat ekosistem ekonomi peternakan daerah.

“Dengan keseimbangan antara pasokan dan permintaan yang terjaga serta perubahan pola konsumsi yang lebih sehat dan religius, kita optimis pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi peternak dan masyarakat,”pungkas Fahmi.
(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular