KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjaga keberlangsungan Gerakan Etam Mengaji sebagai bagian dari pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan program tersebut telah lama berjalan dan memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan.
“Gerakan Etam Mengaji merupakan gerakan yang sangat baik dan telah berjalan cukup lama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini harus kita kawal keberlangsungannya karena menjadi salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak ASN di lingkungan pemerintah daerah,” ujar Aulia, Jumat (22/10/2026).
Menurutnya, penguatan nilai keagamaan juga tercermin dalam kebijakan yang pernah diterapkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yakni melalui persyaratan tertentu saat mengambil atau memperpanjang Surat Keputusan (SK).
Persyaratan tersebut, kata Aulia, disesuaikan dengan agama masing-masing pegawai. Bagi pegawai beragama Islam, ketentuannya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Sementara itu, sambung dia, pegawai Kristen dan Katolik diharus mampu membaca kitab suci, sedangkan pemeluk agama lainnya diharapkan memahami serta menjalankan pokok-pokok ajaran agamanya.
Aulia menilai, keberlanjutan program pembinaan keagamaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan berbagai kebijakan positif yang telah dibangun sebelumnya.
“Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai penerus kepemimpinan untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai agama diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan rutin, tetapi juga tercermin dalam sikap dan pelaksanaan tugas ASN sehari-hari.
Dengan demikian, lanjut dia, pembinaan tersebut dapat mendukung terbentuknya aparatur yang memiliki karakter baik dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
Aulia berkomitmen menjaga Gerakan Etam Mengaji agar tetap menjadi bagian dari pembinaan aparatur sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan pemerintahan.
“Kita ingin Gerakan Etam Mengaji terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya menjaga karakter serta membangun watak ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup Aulia. (Adv)


