SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menempatkan isu pengasuhan anak usia dini sebagai prioritas utama dalam strategi pembangunan sumber daya manusia.
Kesadaran akan pentingnya fase awal kehidupan anak dalam menentukan kualitas generasi masa depan mendorong pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
Langkah ini tidak hanya memenuhi hak dasar anak, tetapi juga merupakan fondasi dalam memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, menegaskan bahwa pengasuhan yang berkualitas sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis bagi kemajuan daerah dan bangsa.
“Memberikan perhatian sejak dini terhadap pengasuhan anak merupakan bagian dari perlindungan hak anak serta bentuk nyata dari investasi sumber daya manusia yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Rudy saat menerima kunjungan dari Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy menyampaikan apresiasinya terhadap program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang digagas BKKBN.
Menurutnya, program tersebut menjadi solusi nyata bagi keluarga yang membutuhkan fasilitas penitipan anak yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal.
“Adanya fasilitas pengasuhan seperti Tamasya memungkinkan para ibu untuk bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang aman. Ini tentu akan berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga,”lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim menyadari bahwa proses membentuk manusia unggul tidak dapat dilakukan secara instan.
Diperlukan pendekatan yang berkelanjutan, dimulai sejak masa kanak-kanak, guna memastikan perkembangan anak sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Kalimantan Timur memerlukan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.
Oleh sebab itu, penguatan pengasuhan anak usia dini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah.
“Upaya mencetak generasi unggul tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Pengasuhan yang tepat sejak awal adalah dasar yang paling kuat untuk memastikan masa depan anak-anak Kalimantan Timur yang gemilang,”jelas Gubernur Rudy.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggung jawab dalam mendukung tumbuh kembang anak tidak hanya berada di pundak pemerintah.
Peran aktif dari sektor swasta, masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial sangat diperlukan dalam membentuk ekosistem pengasuhan yang terpadu.
“Pembangunan generasi emas membutuhkan sinergi dari seluruh elemen bangsa. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat untuk membangun sistem pengasuhan yang efektif dan menyeluruh,”tandasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, Pemprov Kaltim juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam merancang dan menjalankan program-program pengasuhan anak.
Menurut Gubernur Rudy, semangat kolaboratif ini penting untuk memastikan bahwa kepentingan terbaik anak selalu menjadi pusat dari setiap kebijakan.
“Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan bersatu dalam visi yang sama: membentuk generasi yang cemerlang, tidak hanya untuk Kalimantan Timur, tetapi juga bagi masa depan Indonesia,”pungkasnya.
(adv/diskominfokaktim).


