Harapan Pembangunan untuk Kecamatan Sandaran Menguat hingga 2028

Loading

Kutai Timur, kaltimnusantara.com – Harapan besar terhadap percepatan pembangunan di Kecamatan Sandaran kembali disuarakan Anggota DPRD Kutai Timur dari Komisi D, Akhmad Sulaiman. Sebagai wakil dari Dapil 5, ia menekankan bahwa kebutuhan masyarakat Sandaran mustahil tercapai tanpa komitmen anggaran yang memadai dan berjangka panjang.

Ia berharap seluruh upaya pembangunan, khususnya untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dasar, dapat menunjukkan hasil nyata paling lambat pada 2028. “Iya, harapan saya ya sebagai perwakilan rakyat dapil 5, harapan saya harus terpenuhi. Ya minimal di sampai di 2028,” ungkapnya.

Menurut Akhmad, konsep pemerataan pembangunan tidak boleh dipahami secara kaku. Ia menilai bahwa keadilan bukan berarti setiap kecamatan mendapat porsi yang sama, melainkan anggaran harus disesuaikan dengan urgensi dan tingkat kebutuhan wilayah. “Ada beberapa dewan yang meminta keadilan setiap kecamatan harus ada. Iya. Tapi kan namanya kebutuhan pembangunan kan tidak seperti itu,” tuturnya.

Harapan terbesar terletak pada keberanian pemerintah menempatkan Sandaran sebagai prioritas, terutama karena wilayah ini masih berada dalam kategori tertinggal. Akhmad menyebut bahwa percepatan pembangunan hanya dapat terjadi jika kecamatan tersebut diberi ruang anggaran yang lebih besar dalam skema multi-years. “Kita tahu kan tertinggal, jadi harus memang mengejar ketertinggalan. Makanya kita mengejar, karena memang sangat terbatas,” ucapnya.

Aksesibilitas yang sulit menjadi penegas bahwa Sandaran membutuhkan perhatian ekstra. Hingga kini, perjalanan menuju dua desa, yaitu Tanjung Mangkalihat dan Desa Sandaran, masih mengharuskan masyarakat melewati wilayah Kabupaten Berau maupun jalur laut. “Bayangkan kalau kita sekarang ini, kita mau ke dua desa itu, harus melewati Kabupaten Berau, dan juga laut,” jelas Akhmad.

Harapan itu tidak semata-mata soal infrastruktur jalan, tetapi juga soal membuka peluang ekonomi, mempermudah distribusi layanan publik, serta memastikan masyarakat tidak terus berada dalam kondisi terisolasi. Semakin baik konektivitas, semakin besar peluang peningkatan kualitas hidup warga.

Akhmad berharap pemerintah daerah benar-benar mempertimbangkan tingkat ketertinggalan Sandaran sebagai dasar keputusan dalam penyusunan anggaran jangka panjang. Ia menilai bahwa hanya dengan komitmen kuat dan keberpihakan berbasis kebutuhan, mimpi masyarakat Sandaran dapat diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapannya sederhana, Sandaran bisa mengejar ketertinggalannya. Itu saja,” tutupnya.(Adv)

Berita Terkait

Most Popular