Home Advedtorial Kaltim Dorong Profesionalisme Kurban: Sinergi Syariat, Kesehatan, dan Edukasi Langsung

Kaltim Dorong Profesionalisme Kurban: Sinergi Syariat, Kesehatan, dan Edukasi Langsung

SAMARINDA – Menjelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat upaya perbaikan tata kelola kurban dengan mengedepankan pendekatan berbasis lapangan.

Fokus utama diarahkan pada dua aspek utama: kepatuhan terhadap kaidah syariat Islam dan pemenuhan standar kesehatan daging.

Alih-alih hanya memberikan pelatihan dalam forum tertutup, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim kini lebih aktif terjun langsung ke lapangan, menyasar panitia kurban hingga masjid-masjid di berbagai wilayah.

Langkah ini dinilai lebih efektif dalam menjamin kesesuaian teknis penyembelihan dan kebersihan proses distribusi daging.

“Kurban bukan hanya soal ritual, tapi soal tanggung jawab moral terhadap syariat dan kesehatan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapat daging yang halal, higienis, dan berkualitas,” ujar Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, dalam keterangannya pada Jumar (30/5/2025).

Menurut Fahmi, kesalahan perlakuan terhadap hewan kurban sebelum penyembelihan masih banyak dijumpai, mulai dari penempatan yang kurang layak hingga cara pengikatan yang tidak manusiawi.

Faktor-faktor ini, katanya, tidak hanya melanggar etika penyembelihan dalam Islam, tetapi juga berdampak pada mutu daging yang dihasilkan.

“Kondisi hewan sebelum disembelih sangat menentukan hasil akhir. Hewan yang stres, melihat penyembelihan lain, atau terikat terlalu kencang bisa menghasilkan daging asam dan cepat rusak,”jelasnya.

Sebagai bagian dari pendekatan sistemik, DPKH juga memperkuat kolaborasi dengan peternak lokal.

Kemitraan ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok hewan kurban yang tak hanya berkelanjutan secara ekonomi, tetapi juga dapat dipantau kesehatannya sejak awal.

“Kami ingin membangun ekosistem kurban yang bukan hanya profesional, tapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi peternak lokal. Ini bentuk keberpihakan kami pada produk dalam negeri,”tambah Fahmi.

Distribusi alat bantu penyembelihan, pelatihan juru sembelih halal (juleha), hingga sosialisasi sanitasi lokasi penyembelihan menjadi bagian integral dari strategi tahun ini.

Pendekatan lapangan disebut lebih membumi dibandingkan metode pelatihan konvensional yang cenderung teoritis dan tidak langsung menyentuh persoalan teknis di lokasi.

Dengan penguatan ini, Pemprov Kaltim berharap pelaksanaan kurban tahun ini bisa menjadi momentum edukatif yang memperkuat kesadaran umat dalam menjalankan ibadah yang tidak hanya sah secara agama, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan dan kelayakan pangan.
(adv/diskominfokaltim).

Exit mobile version