Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong perluasan akses pendidikan melalui program unggulan “Gratispol” yang mencakup pembebasan biaya pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Kebijakan ini tidak hanya menekankan aspek biaya, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang merata dan berdaya saing di masa depan.
Program ini telah dirancang secara komprehensif, termasuk penyediaan fasilitas penunjang seperti tempat tinggal dan layanan kesehatan bagi pelajar.
Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah serta memberikan kesempatan belajar yang adil bagi seluruh warga yang berdomisili di Kalimantan Timur.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menyampaikan bahwa salah satu persyaratan penting untuk mendapatkan manfaat program ini adalah kepemilikan status resmi sebagai penduduk Kaltim pada tahun berjalan.
“Selama yang bersangkutan sudah tercatat sebagai penduduk Kalimantan Timur tahun ini, maka mereka berhak mengakses program pendidikan gratis ini,”ujar Dasmiah, Jumat (20/6/2025).
Ia juga menekankan bahwa perluasan jangkauan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan pemerataan pendidikan, tanpa membedakan latar belakang penerima.
Status kependudukan berfungsi sebagai verifikasi administratif agar bantuan tersalurkan secara tepat.
“Kami ingin memastikan seluruh bantuan pendidikan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Prinsipnya adalah keadilan, bukan eksklusivitas,”jelasnya.
Program Gratispol juga ditujukan untuk mendorong tumbuhnya generasi yang cakap, sehat, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dasmiah menambahkan bahwa masyarakat diharapkan tidak hanya melihat program ini sebagai fasilitas, tetapi juga sebagai peluang meningkatkan taraf hidup jangka panjang melalui pendidikan.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan kebijakan ini secara maksimal, karena pendidikan adalah fondasi penting dalam membangun Kalimantan Timur yang lebih maju dan kompetitif,”tutup Dasmiah.
(adv/diskominfokaltim).


