Kaltim Siapkan 25 Ribu Hektare untuk Pertanian, Gubernur Rudy Targetkan Kemandirian Pangan

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan pertanian sebagai sektor strategis dalam upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur H. Rudy Mas’ud, provinsi ini tengah mematangkan rencana pengembangan lahan pertanian seluas 25 ribu hektare di berbagai wilayah kabupaten dan kota.

Langkah ini bukan sekadar proyek perluasan lahan, melainkan bagian dari transformasi arah pembangunan ekonomi daerah.

Di tengah ketergantungan historis pada sektor tambang dan perkebunan, Rudy menegaskan pentingnya membangun fondasi ekonomi baru yang berpijak pada kemandirian pangan.

“Pangan adalah masa depan. Kalau kita ingin menciptakan daerah yang tahan terhadap gejolak global, maka investasi terbesar kita harus diarahkan ke sektor pertanian,”tegasnya pada Rabu (21/5/2025).

Lahan yang disiapkan akan dipastikan memiliki akses air yang memadai dan akan dilindungi secara regulatif dari potensi alih fungsi.

Pendekatan ini diambil untuk menjamin keberlangsungan fungsi lahan sebagai aset produktif jangka panjang, bukan hanya sebagai proyek jangka pendek.

Kalimantan Timur, meski dikenal sebagai wilayah kaya sumber daya alam, masih menghadapi tantangan serius dalam upaya pencapaian swasembada pangan.

Minimnya lahan pertanian yang terkelola optimal, dampak perubahan iklim, serta terbatasnya teknologi menjadi hambatan yang terus diidentifikasi.

“Untuk itu, pemerintah provinsi tidak bergerak sendiri, kami mendorong kolaborasi multipihak—melibatkan pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, hingga kelompok tani—dalam mewujudkan program ini,”jelasnya.

Ia percaya bahwa kekuatan kolektif menjadi kunci utama menuju kedaulatan pangan di tingkat daerah.

Selain penyediaan lahan, rencana pengembangan pertanian ini juga akan ditopang oleh bantuan alat dan teknologi modern dari pemerintah pusat.

Sinergi antara pusat dan daerah dianggap krusial untuk mempercepat modernisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas petani lokal.

Program ini merupakan bagian integral dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas pangan di tengah meningkatnya tekanan global terhadap sistem pasokan bahan makanan.

Dengan sumber daya alam dan potensi geografis yang dimiliki, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan baru Indonesia di luar Pulau Jawa.(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular