BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengaku prihatin terhadap adanya korban pelecehan seksual yang menimpa anak di bawah umur.
Dirinya meminta aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi seberat-beratnya terhadap pelaku pelecehan anak yang diduga terjadi berulang kali.
Politisi Golkar ini menganggap pelaku sudah membuat banyak korban berjatuhan. Menimbulkan kerugian dsn trauma mendalam. Ia menilai hukuman berat dapat menimbulkan efek jera pelaku.
Andi Faizal menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena berdampak langsung pada masa depan dan kondisi psikologis korban.
“Ini artinya belum ada efek jera. Kita berharap pengenaan pasal dalam kasus ini bisa dijatuhkan dengan hukuman seberat-beratnya agar menjadi contoh dan memberikan efek jera,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menekankan pentingnya penanganan yang tegas dan konsisten dari aparat penegak hukum agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kota Bontang. Menurutnya, lemahnya efek jera hanya akan membuka peluang terulangnya tindak kejahatan serupa.
Selain itu, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga meminta agar korban mendapatkan pendampingan secara intensif, baik secara psikologis maupun sosial, mengingat dampak trauma yang dialami korban tidak ringan.
“Korban harus didampingi secara intensif karena ini menyangkut kondisi psikologis dan masa depan mereka,” katanya.
Sementara itu, untuk pelaku, ia menegaskan agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan hukuman maksimal berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Lebih lanjut, ia berharap kasus ini menjadi peringatan keras agar tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa anak-anak di Kota Bontang, serta mendorong penguatan perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai pasal yang berlaku,” tegasnya.


