Kurban Presiden untuk Kaltim: 13 Ekor Sapi Disalurkan hingga ke IKN

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia menjelang Hari Raya Iduladha 2025.

Sebanyak 13 ekor sapi disiapkan untuk disalurkan ke berbagai kabupaten/kota di Kaltim, termasuk ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan tidak hanya untuk berbagi kepada masyarakat menjelang hari raya, tetapi juga untuk mendukung penguatan sektor peternakan lokal.

Tahun ini, mekanisme distribusinya dilakukan dengan pendekatan baru yang lebih melibatkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa dari total 13 ekor sapi bantuan, 10 ekor akan dialokasikan ke kabupaten/kota, satu ekor untuk Pemprov Kaltim, dan dua lainnya untuk wilayah IKN.

“Masing-masing daerah diminta mengajukan satu ekor sapi jantan terbaik, sehat, dan berbobot minimal 800 kilogram,”ujarnya pada Senin (26/5/2025).

Namun, tidak semua daerah mampu memenuhi standar berat tersebut.

Beberapa wilayah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat mengalami keterbatasan pasokan sapi besar.

Sebagai solusinya, pemerintah pusat mengizinkan penggantian satu ekor sapi besar dengan dua ekor sapi yang lebih ringan, masing-masing berbobot sekitar 400 kilogram.

Proses pengadaan sapi dilakukan oleh Sekretariat Negara bekerja sama dengan peternak yang diusulkan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah provinsi berperan sebagai fasilitator yang memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban melalui surat keterangan resmi dari dinas terkait.

“Transparansi menjadi hal penting dalam penyaluran ini. Daerah yang tidak mampu menyediakan sapi sesuai kriteria wajib memberikan pernyataan resmi bahwa sapi tersebut adalah yang terbaik di wilayahnya,”jelas Fahmi.

Ia menambahkan, bantuan sapi kurban dari Presiden bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat daerah serta upaya memperkuat basis peternakan lokal.
(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular