![]()
KALTIMNUSANTARA.COM- Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Leni Angriani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh pasar tumpah.
Meski memang diakui Leni bahwa pasar tumpah ini adalah tempat mencari nafkah bagi banyaknya orang yang ada di Sangatta.
Namun, menruutnya, pasar tumpah ini juga menjadi sumber masalah ketertiban umum dan lalu lintas. Maka dari itu, dia meminta pemerintah harus memberikan perhatian terhadap keberadaannya.
Atas adanya permasalahan ini, Leni menegaskan perlunya penanganan komprehensif untuk mengatasi masalah ini.
“Berbicara tentang pasar tumpah, ada aspek sosial kemanusiaan yang perlu diperhatikan. Banyak orang yang mencari nafkah di pasar tersebut,” ujar Leni. Pada saat diwawancarai hari Kamis (25/7/2024).
Pernyataannya ini mencerminkan kepeduliannya terhadap para pedagang yang mengandalkan pasar tumpah untuk mata pencaharian mereka.
Pasar tumpah menyediakan peluang ekonomi bagi banyak orang, namun kehadirannya juga menimbulkan tantangan besar.
Leni menyoroti bahwa aktivitas padat di pasar tumpah menyebabkan kemacetan lalu lintas, terutama pada sore hari di sekitar Jalan APT Pranoto dan Jalan Impres.
“Pelanggan dan lalu lintas di sekitar pasar menjadi semakin padat, terutama pada sore hari. Ini menimbulkan tantangan baru dalam menjaga ketertiban umum,” tambahnya.
“Kepadatan lalu lintas ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan,” pungkasnya. (Adv)


