Lestarikan Olahraga Tradisional, Dispora Kaltim Gandeng Sekolah dan Masyarakat Umum

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong pelestarian olahraga tradisional dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari sekolah hingga masyarakat umum.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan karakter generasi muda melalui aktivitas fisik yang sehat dan sarat nilai kearifan lokal.

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menuturkan bahwa kolaborasi dengan sekolah menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan program ini.

Kegiatan olahraga tradisional dijalankan melalui ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.

“Sekolah-sekolah itu sudah menjadi bagian dari kegiatan kami, khususnya melalui ekstrakurikuler. Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ada sepuluh instruktur yang secara berkala melakukan kunjungan ke sekolah berdasarkan kontrak kerja yang sudah disepakati,” ujar Thomas, Minggu (06/07/2025).

Ia menerangkan bahwa pelaksanaan program ini terstruktur dengan baik dan didukung penuh oleh pihak sekolah, termasuk para guru dan wali kelas. Mereka turut membantu dalam pengaturan jadwal dan koordinasi, sehingga kegiatan berjalan tertib dan sesuai rencana.

“Antusiasme siswa di sekolah cukup tinggi karena memang dikoordinir langsung oleh wali kelas. Per kelas sudah ada kontrak kerja, dan mereka akan hadir sesuai jadwal itu,” jelasnya.

Selain menyasar sekolah, Dispora Kaltim juga membuka akses bagi masyarakat umum untuk terlibat dalam pelestarian olahraga tradisional. Setiap akhir pekan, Dispora menyelenggarakan latihan rutin terbuka di halaman kantor mereka.

“Kalau yang di lapangan sini sifatnya umum. Siapa pun boleh ikut. Setiap akhir pekan bisa sampai 250 orang yang hadir. Mereka datang dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah dan masyarakat umum,” katanya.

Area latihan tersebut dilengkapi dengan berbagai permainan tradisional seperti lempar pisau dan lainnya. Lokasi ini sengaja dipilih karena berada di pusat kota dan mudah diakses masyarakat.

“Di dekat halaman itu ada berbagai permainan, termasuk area lempar pisau. Lokasinya memang untuk publik, tidak dibatasi. Selama pengunjung mengikuti aturan yang berlaku, mereka bebas beraktivitas di sini,” tambahnya.

Dispora juga memastikan bahwa fasilitas ini terbuka bagi siapa saja tanpa syarat khusus. Satu-satunya hal yang diatur hanya soal pengelolaan parkir kendaraan oleh pihak ketiga.

“Soal parkir saja yang diatur, karena dikelola oleh pihak pengelola. Tapi untuk kegiatan, tempat ini milik masyarakat dan terbuka untuk siapa saja,” lanjutnya.

Melalui pendekatan yang terbuka dan partisipatif ini, Dispora Kaltim berharap olahraga tradisional dapat kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari(ADV)

Berita Terkait

Most Popular