Orang Tua Bisa Disanksi Bila Tak Sekolahkan Anak, Bupati Tekankan Komitmen Pendidikan Dini

Loading

SANGATTA – Momentum Manasik Haji Akbar yang diikuti ribuan anak usia dini di Masjid Agung Al-Faruq menjadi panggung bagi Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman untuk menegaskan kembali komitmen daerah terhadap pendidikan sejak usia dini. Dalam acara yang dihadiri TK, RA, dan SPS se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan tersebut, Bupati menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan formal.

Bupati kembali mencanangkan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang memastikan pendidikan gratis mulai dari PAUD hingga SMA/SMK sederajat. Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan semua sarana dasar agar tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk menunda pendidikan anak. “Kami berupaya pendidikan kini tidak lagi dimulai dari SD, melainkan dari tingkat PAUD,” tegasnya.

Lebih jauh, Ardiansyah menyampaikan, orang tua dapat dikenakan sanksi apabila tidak menyekolahkan anaknya yang sudah masuk usia PAUD tanpa alasan yang dapat dibenarkan. Pemkab Kutim, melalui Disdikbud, akan melakukan verifikasi kepada orang tua yang tidak mendaftarkan anak mereka.

“Ini sekolah gratis. Seragam dikasih, buku juga ada. Tahun ini sepatu pun dibagikan. Apanya lagi yang kurang? Jadi sekarang orang tualah yang harus berpikir, bagaimana supaya betul-betul komitmen menyekolahkan anaknya,” tegas Bupati.

Menurutnya, pemerintah telah menghapus seluruh hambatan ekonomi mulai dari biaya pendidikan hingga perlengkapan dasar sekolah. Karena itu, langkah menegakkan disiplin bagi orang tua dianggap sebagai upaya memastikan hak pendidikan anak terpenuhi.

Bupati berharap kebijakan ini meningkatkan kesadaran keluarga untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. “Pendidikan adalah pondasi masa depan Kutim. Anak-anak kita harus mendapat kesempatan yang sama sejak dini,” ujarnya.

Ardiansyah juga menekankan pendidikan karakter dan spiritual harus dimulai sedini mungkin. “Pengenalan lebih dini kepada anak-anak sesungguhnya juga edukasi untuk kita semua, para orang tua dan guru, terkait pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Kegiatan bertema “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini” itu dihadiri juga oleh Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Mulyono, dan perwakilan Forkopimda. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Berita Terkait

Most Popular