Pelatihan Deep Learning, Langkah Strategis Bontang Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD

Bontang — Sebanyak 324 kepala sekolah dan guru dari 58 lembaga TK/PAUD se-Kota Bontang mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang digelar pada Rabu (10/9) pagi di Aula SMA YPK Bontang.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) – PGRI Kota Bontang, bekerja sama dengan Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan kurikulum berbasis pembelajaran mendalam, sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada proses belajar yang berpusat pada anak, bersifat kontekstual, serta mendorong kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter sejak usia dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparudin, yang hadir mewakili Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Kota Bontang. Hadir pula Kabid PAUD dan PNF, Yuti Nur Hayati, serta Ketua IGTKI-PGRI Kota Bontang, Supartini bersama jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan apresiasi kepada para guru TK/PAUD atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membentuk karakter anak sejak usia dini. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial, yang menuntut metode pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Saparudin.

Sebanyak empat narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Sumarmi, Purwanto, Wiwik Eritiani, dan Nur Daniati. Mereka membawakan materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, meliputi unsur dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, dan perwakilan IGTKI.

Menutup sambutannya, Saparudin kembali menegaskan komitmen Pemkot Bontang dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul.

“Kami meyakini bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar tahap awal, melainkan periode emas yang menentukan pembentukan kecerdasan, karakter, dan keterampilan sosial anak,” tutupnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan peran para pendidik sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas dan berkarakter. (*)

Berita Terkait

Most Popular