Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya menjalankan program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mulai dari pendidikan gratis, pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, hingga perluasan akses internet ke wilayah pedesaan menjadi prioritas utama.
Salah satu sektor yang telah dijalankan dengan progres nyata adalah pendidikan. Pemprov Kaltim telah memulai implementasi pendidikan gratis yang bertujuan memberikan akses pendidikan setara bagi seluruh masyarakat. Program ini, meskipun masih dalam tahap penyesuaian, mendapatkan respons yang cukup baik dari masyarakat.
“Pendidikan gratis sudah berjalan. Kalau ada keluhan, itu hal yang wajar di awal pelaksanaan. Kritik kami terima sebagai bahan evaluasi agar program ini semakin baik karena kerja kami memang untuk rakyat Kaltim,” ujar Seno Aji pada Kamis (3/7/2025).
Tidak hanya sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi juga menaruh perhatian besar terhadap transformasi digital melalui program internet gratis. Targetnya cukup ambisius, yaitu menjangkau 841 desa di seluruh Kalimantan Timur. Beberapa daerah yang menjadi prioritas antara lain Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Berau, wilayah yang hingga kini masih minim jaringan internet.
Program internet gratis ini digagas sebagai sarana pendukung bagi kemajuan pendidikan, ekonomi digital, dan peningkatan pelayanan publik di daerah. Dengan konektivitas yang merata, diharapkan kesenjangan informasi dan akses pelayanan di daerah dapat diminimalisasi.
Di bidang kesehatan, Pemprov Kaltim melanjutkan komitmennya dengan membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin. Program ini merupakan bagian dari strategi perlindungan sosial dan upaya menjamin hak dasar kesehatan masyarakat.
“Untuk BPJS, kami sudah bayarkan untuk masyarakat miskin. Saya akan cek kembali cakupan pastinya, tapi yang jelas sudah jalan dan akan terus ditingkatkan,” tegas Seno Aji.
Fokus pengembangan infrastruktur dasar, khususnya internet dan layanan publik di wilayah tertinggal, menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Pemprov Kaltim bertekad menjadikan seluruh desa di provinsi ini terkoneksi internet dalam lima tahun ke depan, seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan secara merata.(*)
(adv/diskominfokaltim)


