Pjs Bupati Kutim Tekankan Konsistensi Data dan Prioritas Anggaran untuk Perbaiki Kesehatan Masyarakat

Loading

Kutai Timur – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kusuma, menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan seragam dalam penanggulangan stunting serta meminta alokasi anggaran yang tepat di sektor kesehatan dan pendidikan. Agus mengingatkan pentingnya pemahaman yang menyeluruh terkait stunting dan mendesak peningkatan kolaborasi antar instansi untuk mencapai target pengurangan stunting di Kutai Timur.

Pjs Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kusuma, mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah mengenai pentingnya konsistensi data dan penganggaran yang tepat sasaran dalam mengatasi permasalahan kesehatan, terutama stunting.

Dalam keterangannya, Agus menyoroti adanya perbedaan data stunting antara Dinas Kesehatan Kutai Timur dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menurutnya dapat menghambat efektivitas kebijakan yang dirancang.

“Data yang digunakan harus seragam karena menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan. Ketidakkonsistenan hanya akan membuat penanganan masalah stunting lebih sulit,” kata Agus, Rabu (13/11/2024).

Ia meminta seluruh instansi terkait untuk meningkatkan akurasi data demi perencanaan program yang lebih efektif.

Selain masalah data, Agus juga menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai stunting, terutama di tingkat akar rumput. Ia menjelaskan bahwa kurangnya edukasi menjadi salah satu penyebab ketidaksesuaian data dan ketidakpahaman masyarakat.

“Kita harus mengedukasi masyarakat dengan pendekatan yang seragam agar mereka paham apa itu stunting dan dampaknya,” tambahnya.

Agus menargetkan penurunan angka stunting di Kutai Timur dalam tiga tahun mendatang dan mendorong percepatan implementasi program-program yang sudah berjalan, seperti pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta distribusi vitamin bagi anak-anak.

Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah pusat dalam mendukung program makan siang gratis yang menjadi salah satu kebijakan unggulan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

“Jika program ini merupakan kebijakan wajib, maka harus dianggarkan dengan baik dan tepat sasaran,” tegas Agus.

Agus juga menekankan bahwa tantangan dalam mengatasi stunting tidak hanya terkait masalah kesehatan, tetapi juga faktor teknologi dan lingkungan yang kerap diabaikan.

“Faktor seperti radiasi dan paparan teknologi bisa menjadi penyebab tersembunyi yang harus kita perhatikan dengan serius,” ujarnya.

Untuk memperkuat pelayanan kesehatan, Agus meminta agar pola kerja di Dinas Kesehatan Kutim lebih fleksibel dan tidak hanya terpusat pada rumah sakit.

Ia menyarankan penerapan sistem piket yang mencakup seluruh unit layanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan 24 jam.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi kapan saja, bukan hanya di rumah sakit tetapi di seluruh fasilitas kesehatan,” jelasnya. (Adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Most Popular