Samarinda— Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur 2025 dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober.
Sebanyak 14 cabang olahraga (cabor) dipastikan akan dipertandingkan, hasil keputusan bersama antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) kabupaten/kota.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan bahwa penetapan cabor dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga potensi atlet daerah.
“Penetapan ini tidak sembarangan. Kami melalui proses koordinasi dan diskusi teknis dengan Bapopsi daerah untuk memastikan bahwa setiap cabor yang dipertandingkan memang siap secara teknis dan mendukung pengembangan atlet pelajar,” ujar Rasman, Senin (23/6/2025).
Cabor yang akan dilombakan terdiri atas atletik, renang, panahan, bola voli, bulu tangkis, bola basket, sepak bola, karate, pencak silat, taekwondo, judo, tinju, menembak, dan senam.
Cabang-cabang ini diklasifikasikan dalam kategori olahraga terukur dan tidak terukur untuk memudahkan sistem penilaian dan pembinaan.
Lebih jauh, Rasman juga menegaskan bahwa Popda bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Ajang ini menjadi langkah awal untuk menjaring talenta muda yang nantinya akan disiapkan menuju pentas nasional, seperti Popnas.
“Popda menjadi instrumen penting dalam deteksi dini potensi atlet. Ini bagian dari sistem pembinaan yang berjenjang, bukan hanya mengejar medali,” ungkapnya.
Dispora Kaltim juga membuka peluang pelaksanaan siaran langsung pertandingan Popda secara daring. Inovasi ini dipertimbangkan sebagai bagian dari digitalisasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus upaya memperluas dukungan publik.
“Kami ingin Popda bisa dinikmati secara lebih luas. Siaran online menjadi opsi agar masyarakat bisa menyaksikan langsung dan ikut mengapresiasi perjuangan atlet muda,” tuturnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap pembinaan pelajar, Popda 2025 hanya dapat diikuti oleh atlet yang lahir mulai 1 Januari 2008 dan masih berstatus pelajar aktif. Ketentuan ini ditegaskan untuk memastikan kompetisi berlangsung adil dan sesuai dengan tujuan pembinaan.
Dengan sinergi lintas daerah dan arah kebijakan yang terukur, Popda 2025 diharapkan mampu menjadi ruang regenerasi sekaligus etalase kualitas pembinaan atlet pelajar di Kaltim. (ADV)


