Program Kartu Bontang Pintar Akan Dijalankan Saat Kondisi Keuangan Daerah Membaik

BONTANG– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan Kartu Bontang Pintar (KBP) akan dijalankan pasca kondisi keuangan daerah kembali membaik.

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, program KBP sementara waktu ditunda. Meski demikian Disdikbud berjanji akan merealisasikan program tersebut.

Terlebih program KBP ini merupakan janji politik dari Wali Kota Neni Moernaeni dan wakilnya Agus Haris. Program KBP diketahui sudah di bahas sejak akhir 2025 lalu.

Kemudian ditunda berjalan pada 2026. Ternyata fakta berkata lain. Keuangan membuat program ini harus dikorbankan agar tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Tidak dibatalkan. Hanya ditunda sampai mondisi keuangan membaik,” ucap Abdu Safa Muha.

Diketahui rencana Pemkot Bontang akan memberikan KBP per siswa senilai Rp1 juta setiap semester. Kendati demikan nilai itu direvisi menjadi Rp300 ribu kala itu.

Uang itu digunakan untuk keperluan belajar siswa. Setelah kembali dihitung rupanya angka Rp300 ribu belum bisa diwujudkan. Alasannya memang karena persoalan anggaran yang terbatas.

“Apalagi tahun depan makin susut anggaran. Jadi kami tidak tahu sampai kapan penundaan program ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Most Popular