Samarinda – Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. H. Abdul Mu’ti, ke Kalimantan Timur pada pertengahan Juni 2025 dimanfaatkan oleh pemerintah provinsi untuk memperluas perhatian pusat terhadap pendidikan di wilayah terluar.
Selama dua hari kunjungan, Menteri mengikuti berbagai agenda, termasuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Kaltim menilai kehadiran Menteri di Benua Etam sebagai langkah awal untuk mengenalkan tantangan dan potensi pendidikan yang ada di kawasan perbatasan.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, pun mengusulkan agar kunjungan mendatang dapat mencakup Pulau Maratua di Kabupaten Berau.
“Kami berharap beliau bisa melihat langsung realitas pendidikan di daerah paling ujung Kaltim, agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,”ungkap Sri Wahyuni, Senin (16/6/2025).
Pulau Maratua merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Filipina dan memiliki sejumlah sekolah yang berada di daerah terpencil.
Selain menyimpan keindahan alam luar biasa, wilayah ini juga mencerminkan kondisi nyata akses pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Menurut Sri, banyak aspek yang bisa diperlihatkan langsung kepada pejabat pusat agar pemahaman terhadap kondisi pendidikan di lapangan tidak hanya diperoleh dari laporan administratif semata.
Ia pun menyebut pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjawab tantangan yang ada.
“Pak Menteri sangat antusias saat mengetahui keberadaan Maratua. Ini menjadi peluang untuk mengangkat potensi daerah sekaligus menunjukkan tantangan pendidikan di wilayah 3T,”lanjutnya.
Kehadiran pejabat pusat seperti Mendikdasmen di wilayah perbatasan, lanjut Sri, akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperoleh program afirmatif.
Terlebih, Kalimantan Timur kini menjadi wilayah strategis nasional sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN).
Pemerintah daerah berharap perhatian pusat tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh hingga ke pelosok.
Dengan begitu, pemerataan akses pendidikan bisa benar-benar terwujud.
“Kaltim saat ini memegang peran penting sebagai penyangga Ibu Kota Negara. Maka sudah seharusnya perhatian terhadap daerah-daerah terluar ikut diperkuat,”pungkasnya.
(adv/diskominfokaltim).


