BONTANG– Kota Bontang saat ini mengalami krisis tenaga pengajar. Pada 2026 ini misalnya kebutuhan tenaga guru berkisar diangka 127 orang.
Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto meminta pemerintah bisa mencarikan solusi terhadap ancaman krisis guru. Paling tidak melakukan rekruitmen tenaga tambahan sambil menunggu proses pembukaan pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).
Langkah ini untuk antisipasi agar anak sekolah tetap mendapatkan hak nya menerima pembelajaran di dalam kelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus cermat menentukan langkah. Agar semua administrasi bisa disiapkan.
Beberapa opsi bisa diberlakukan misalnya dengan menjalin kerja sama guru swasta yang mengajar di sekolah negeri. Pembayaran pun bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
“Harus menentukan langkah cepat. Agar bisa ditanggulangi masalah krisis guru ini,” ucap Heri, Senin (4/5/2026).
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengaku proses rekruitmen akan segera berjalan.
Terlebih dahulu Pemkot Bontang harus memastikan anggaran tersedia dan bisa menggaji tenaga pendidik yang direkrut secara terbuka melalui sistem seleksi.
“Lagi dipersiapkan ini. Kalau sudah akan dilakukan terbuka,” ucap Abdu Safa Muha


