![]()
BENGALON – Peresmian Paroki Santo Yohanes Pemandi di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, menjadi penanda kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kutai Timur (Kutim). Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyebut berdirinya paroki baru itu sebagai simbol nyata harmoni di tengah keberagaman masyarakat daerah ini.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang dan Yusuf T Silambi, Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto, Pastor Paroki Santa Theresia Sangatta Paulus Emanuel Fai, Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Bengalon Daud Andy Savio, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas berdirinya paroki baru itu. Ia menilai Paroki Santo Yohanes Pemandi bukan sekadar rumah ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan yang memperkuat spiritualitas umat Katolik di Bengalon dan sekitarnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya mengucapkan selamat atas diresmikannya Paroki Santo Yohanes Pemandi ini. Semoga menjadi tempat pembinaan iman yang membawa kedamaian dan mempererat tali persaudaraan di antara umat,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan, Pemkab Kutim berkomitmen menjaga kerukunan serta menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan keyakinan masing-masing. “Keberagaman adalah kekuatan. Kita harus saling menghormati, menjaga toleransi, dan membangun kebersamaan demi Kutim yang damai dan sejahtera,” tegasnya.
Mahyunadi juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya karena sebelumnya menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kutim yang membahas Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak dan Retribusi Daerah. “Saya mohon maaf atas keterlambatan ini. Seharusnya Pak Bupati yang hadir, namun beliau sedang bertugas di Jakarta dan tidak dapat diwakilkan, sehingga saya diminta mewakili beliau,” tuturnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto menjelaskan bahwa pembentukan paroki baru ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan umat Katolik yang semakin berkembang di Bengalon. “Jika dalam satu wilayah umatnya sudah banyak, maka dibuka paroki baru agar pelayanan lebih efektif. Dengan demikian, Paroki Santo Yohanes Pemandi kini berdiri sendiri dan menjadi pusat pelayanan bagi umat di wilayah ini,” jelasnya.
Uskup Yustinus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim atas dukungan dan perhatian terhadap kehidupan beragama. “Kehadiran Bapak Wakil Bupati menjadi bukti bahwa pemerintah turut hadir mendukung kehidupan iman dan kerukunan umat,” ujarnya.
Pastor Daud Andy Savio, selaku Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi, menambahkan bahwa terbentuknya paroki ini merupakan hasil kerja keras dan doa panjang umat. “Terima kasih kepada semua pihak—Uskup, pemerintah, anggota DPRD, para donatur, dan seluruh umat—yang telah berkorban tenaga, waktu, dan bahkan air mata untuk mewujudkan paroki ini,” ucapnya penuh haru.
(ADV/ProkopimKutim/KN)


