Dispora Kaltim Inisiasi Sekolah Khusus Atlet Difabel, Perkuat Langkah Menuju Olahraga Inklusif

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperkuat langkah menuju kesetaraan di sektor olahraga. Salah satu rencana strategis yang kini dikembangkan adalah pendirian sekolah olahraga yang diperuntukkan secara khusus bagi penyandang disabilitas.

Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pada kelompok difabel sekaligus menciptakan ruang pembinaan atlet yang lebih inklusif.

Menurut Bagus Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, langkah ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi sudah dirancang sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan fokus pada peningkatan potensi atlet disabilitas.

“Kami ingin menyediakan jalur pembinaan yang lebih profesional dan terstruktur untuk para atlet difabel, agar mereka punya kesempatan yang sama untuk tampil di level tertinggi,” ujar Bagus, Selasa (12/5/2025).

Seiring dengan catatan positif prestasi atlet disabilitas Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir, semangat untuk mengembangkan pendidikan olahraga yang inklusif semakin menguat. Pada ajang Peparnas XVI Papua 2021, kontingen Kaltim meraih posisi ke-15, dan berhasil naik ke peringkat ke-13 pada Peparnas Solo 2024 — capaian yang dinilai sebagai hasil dari pembinaan serius dan dukungan lintas sektor.

Dispora Kaltim kini tengah merancang model sekolah olahraga difabel yang merujuk pada konsep Sekolah Keolahragaan Disabilitas (Skodi) yang telah sukses diterapkan di Solo. Dalam perancangannya, Dispora akan menggandeng NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) Kaltim guna menyesuaikan sistem pengajaran dan pembinaan dengan kebutuhan khas atlet difabel.

“Targetnya bukan hanya pengembangan kemampuan fisik, tetapi juga memberikan akses terhadap pendidikan yang mendukung karier mereka sebagai atlet profesional,” tambah Bagus.

Gagasan ini sekaligus memperkuat komitmen Kalimantan Timur dalam mewujudkan pembangunan inklusif sebagaimana tertuang dalam arah kebijakan RPJMD, yang salah satu fokusnya adalah pemberdayaan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Dengan lahirnya sekolah ini di masa mendatang, diharapkan ekosistem olahraga di Kaltim benar-benar dapat mencerminkan nilai keadilan, keterbukaan, dan keberagaman bagi semua warga. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular