SAMARINDA – Fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini tidak lagi terbatas hanya untuk aktivitas fisik. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mulai mengubah pendekatan dengan membuka akses penggunaan venue olahraga sebagai ruang publik serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai agenda masyarakat, termasuk konser musik dan pameran UMKM.
Kepala Bagian Tata Usaha UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO), Armen Ardianto, menyampaikan bahwa pemanfaatan tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan potensi ekonomi sekaligus mendukung optimalisasi aset daerah.
“Venue yang kami kelola terbuka bagi siapa saja yang ingin menggunakannya untuk acara publik, asal sesuai prosedur yang ditetapkan dalam Perda Pajak dan Retribusi Daerah Nomor 1 Tahun 2024,” jelas Armen, Kamis (15/5/2025).
Pengajuan kegiatan, kata Armen, harus dilakukan secara resmi dan terstruktur. Selain surat permohonan, komunikasi langsung dengan pengelola juga diwajibkan demi menghindari kesalahpahaman serta memastikan kelancaran acara.
“Koordinasi penting agar semua proses berjalan aman dan tertib. Kami ingin semua pihak nyaman, baik penyelenggara maupun pengguna fasilitas lainnya,” tegasnya.
Stadion Utama Palaran menjadi salah satu contoh fasilitas yang terus difungsikan, meski kondisinya telah menurun sejak digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008. Stadion ini kembali hidup saat menjadi lokasi konser musik populer seperti Sheila On 7.
“Meski tidak seprima dulu, stadion tersebut tetap bisa digunakan untuk kegiatan berskala besar,” tambah Armen.
Dalam hal administrasi, Dispora Kaltim menerapkan sistem transaksi nontunai untuk menjaga akuntabilitas. Semua pembayaran dilakukan secara digital dan masuk langsung ke kas negara.
“Pembayaran kami kelola sepenuhnya melalui sistem. Tidak ada transaksi manual atau uang tunai di lapangan,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang lebih inklusif dan terbuka, Dispora berharap fasilitas olahraga bisa menjadi bagian dari ruang publik yang aktif, inklusif, dan produktif.
“Kami ingin fasilitas ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk tidak hanya berolahraga, tapi juga berkegiatan, berkreativitas, dan membangun koneksi sosial,” tutupnya.


