Dispora Kaltim Jadikan Pelajar Pilar Penguatan Olahraga dan Warisan Budaya

SAMARINDA – Pelajar di Kalimantan Timur (Kaltim) kini diberi ruang yang luas untuk unjuk kemampuan di bidang olahraga, khususnya cabang bela diri. Melalui berbagai kompetisi yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, mereka tidak hanya difasilitasi untuk berkembang, tetapi juga diarahkan sebagai penjaga tradisi dan identitas olahraga daerah.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta, menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang seperti karate dan pencak silat bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari proses pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami tak hanya melihat hasil akhir. Mereka yang berhasil tampil menonjol akan terus kami pantau untuk disiapkan melangkah ke level nasional,” ujarnya, Jum’at (16/5/25).

Ajang kompetisi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membentuk ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini.

Menurut Bagus, generasi muda harus disiapkan sejak awal agar mampu bersaing dan berprestasi di masa depan.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami selenggarakan. Tidak hanya karate dan pencak silat, tetapi juga cabor lain yang bernilai edukatif dan membangun karakter,” tambahnya.

Menariknya, perhatian Dispora Kaltim tak berhenti pada olahraga modern. Mereka juga mulai menyasar pengembangan cabang-cabang tradisional, sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal kepada generasi muda.

“Penting bagi pelajar untuk tidak hanya mengenal, tapi juga menyukai beragam jenis olahraga, termasuk yang bersumber dari tradisi,” jelas Bagus.

Ia juga menekankan bahwa kejuaraan-kejuaraan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat berolahraga di tengah masyarakat, utamanya di kalangan pelajar yang menjadi titik awal pembentukan budaya hidup sehat dan aktif.

“Tujuan kami adalah membangkitkan kecintaan terhadap olahraga, khususnya bela diri seperti pencak silat dan karate,” tutupnya.

Melalui pendekatan menyeluruh yang menggabungkan unsur pembinaan dan pelestarian budaya, Dispora Kaltim menjadikan pelajar sebagai penggerak utama dalam mendorong kemajuan olahraga sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan jati diri generasi penerus Kaltim. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular