SAMARINDA – Setelah program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) resmi berakhir di Kalimantan Timur (Kaltim), kelanjutan pembinaan terhadap puluhan atlet muda yang sebelumnya berada di bawah naungan akademi DBON menjadi fokus utama pemerintah provinsi.
Saat ini, tongkat estafet pembinaan diserahkan kepada lembaga baru yang dinamakan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA).
Sebanyak 76 atlet dari tujuh cabang olahraga yang sebelumnya tergabung dalam DBON, akan tetap menjalani proses latihan melalui skema pembinaan yang dirancang oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengungkapkan bahwa SPOBDA dibentuk sebagai respons cepat atas kekosongan kelembagaan setelah DBON dihentikan.
“Kami tengah berada dalam fase transisi. Sebelumnya pendanaan kegiatan bersumber dari hibah DBON, sementara kini kami mengusulkan anggaran langsung melalui APBD Perubahan,” jelas Rasman, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, proses peralihan anggaran memerlukan waktu dan koordinasi lintas sektor. Meski demikian, ia memastikan bahwa aktivitas pelatihan tetap berjalan dan tidak terhenti di tengah jalan.
“Memang tidak mudah, tapi program pembinaan masih tetap berlangsung. Kami ingin para atlet tetap termotivasi dan tidak kehilangan arah,” tambahnya.
SPOBDA dirancang dengan orientasi jangka panjang, mengacu pada pencapaian prestasi sebagai tolok ukur keberhasilan.
Rasman menegaskan, pihaknya telah merumuskan strategi pembinaan yang bertahap dan sistematis.
Mengikuti arahan Gubernur Kalimantan Timur, program ini akan lebih fokus pada cabang olahraga perorangan yang dinilai memiliki potensi besar dalam menyumbang medali. Salah satu cabang yang akan segera diakomodasi dalam program ini adalah renang.
“Bapak Gubernur meminta kami memberi perhatian pada cabor perorangan yang prospektif. Untuk itu, renang akan masuk dalam daftar SPOBDA,” ujar Rasman.
Guna menindaklanjuti hal tersebut, Dispora Kaltim telah menjalin koordinasi awal dengan pengurus Akuatik Kaltim untuk mempersiapkan tahapan seleksi atlet.
“Saya sudah berikan instruksi agar proses rekrutmen segera disiapkan,” imbuhnya.
Salah satu langkah pembinaan yang akan diterapkan SPOBDA adalah penerapan sistem promosi dan degradasi. Skema ini bertujuan menjaga kualitas dan daya saing antar atlet melalui evaluasi berkala.
“Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan akan digantikan oleh yang lebih siap. Evaluasi rutin jadi mekanisme kami untuk menjaga mutu,” tutupnya. (Adv)


