BKPSDM Kukar Siapkan Pemetaan Talenta ASN untuk Pengisian Jabatan

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan basis data talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan karier yang lebih terarah.

Hal tersebut menjadi fokus Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar melalui Program Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ProASN).

Program yang berasal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini digunakan untuk melihat kemampuan sekaligus potensi ASN berdasarkan sejumlah aspek penilaian.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, menyampaikan bahwa hasil pemetaan nantinya memiliki peran penting ketika pemerintah mulai menerapkan manajemen talenta.

Sistem tersebut memungkinkan pemerintah memiliki gambaran mengenai ASN yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan maupun dipersiapkan menduduki jabatan tertentu.

“Harapan kita, melalui ProASN ini talenta-talenta yang ada bisa terpetakan. Hasilnya nanti dapat mendukung manajemen talenta, sehingga ketika sistem tersebut sudah diterapkan, proses untuk mendapatkan pimpinan tidak harus selalu melalui seleksi terbuka,” ucap Mukhdan, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pola tersebut juga dapat memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. Pemerintah tidak perlu mengulang proses penjaringan dari awal setiap kali membutuhkan pengisian jabatan karena potensi dan kompetensi ASN telah memiliki rekam penilaian.

Dengan demikian, proses penyiapan calon pimpinan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menekan kebutuhan anggaran dalam proses pengisian jabatan.

Ia bilang emetaan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ASN yang sejak awal diproyeksikan menduduki jabatan tertentu.

Aparatur yang sebelumnya berada pada jenjang jabatan lebih rendah dan kemudian memperoleh promosi juga akan kembali dinilai ketika memasuki level jabatan yang berbeda.

Mukhdan menjelaskan, hal itu dilakukan karena standar kompetensi setiap jenjang jabatan memiliki tuntutan yang berbeda. Karena itu, nilai yang diperoleh seorang ASN pada level sebelumnya tidak langsung menjadi acuan ketika yang bersangkutan naik jabatan.

“Kalau yang bersangkutan naik jabatan atau naik level, nilai yang sebelumnya diperoleh menjadi nol. Setelah itu dilakukan penilaian kembali sesuai level jabatannya. Jadi hasilnya bisa lebih menggambarkan kompetensi yang sesuai dengan jabatan baru,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan ProASN di Kukar dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Oktober 2026. Sebanyak 400 ASN diprioritaskan menjadi peserta, khususnya dari golongan III ke atas.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan dibagi dalam dua sesi setiap harinya dengan kapasitas sekitar 100 orang per sesi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Digital University milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Dalam proses penilaian, peserta akan menghadapi sejumlah materi yang mencakup kemampuan manajerial dan sosial kultural, literasi digital, emerging skill, referensi karier hingga talent DNA yang menjadi tambahan pada pelaksanaan ProASN tahun 2026.

“Jadi bukan hanya melihat kemampuan yang dimiliki sekarang, tetapi juga bagaimana potensi dan kompetensi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan karier ASN ke depan,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular