Lebih dari 1.000 Kelompok Nelayan di Kukar Terus Dipantau DKP

KUKAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memantau perkembangan kelompok nelayan untuk mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Tangkap DKP Kukar, Yusha Abdi, mengatakan pemantauan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan peran penyuluh perikanan yang berada di sejumlah desa.

penyuluh memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan nelayan. Informasi dari lapangan kemudian menjadi bahan bagi DKP dalam menentukan bentuk pembinaan dan pendampingan.

“Penyuluh yang ada di desa tentunya lebih mengetahui kondisi nelayan. Mereka bisa melihat langsung apa saja yang menjadi kendala di lapangan,” ujar Abdi, Rabu (7/10/2026).

Ia mengatakan DKP Kukar juga menjalin koordinasi dengan pemerintah desa. Keterlibatan kepala desa dapat membantu pemerintah dalam memperoleh informasi mengenai kondisi kelompok nelayan di masing-masing wilayah.

Abdi menjelaskan, koordinasi tersebut diperlukan mengingat kelompok nelayan tersebar di berbagai wilayah Kukar dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.

“Jadi kami tidak hanya melihat dari sisi dinas saja. Kami juga mendapatkan informasi dari penyuluh dan kepala desa terkait kondisi para nelayan,” jelasnya.

Hingga Oktober 2026, DKP Kukar mencatat terdapat lebih dari 1.000 kelompok nelayan yang telah terdata. Jumlah tersebut menunjukkan luasnya aktivitas masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan tangkap.

Banyaknya kelompok nelayan juga menjadi gambaran besarnya potensi perikanan yang dimiliki Kukar. Potensi tersebut dinilai masih dapat terus dikembangkan untuk memperkuat sektor perikanan daerah.

Abdi menilai kondisi tersebut turut memperkuat peluang Kukar untuk menjadi salah satu daerah pemasok ikan di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Potensi perikanan Kukar sangat layak untuk terus didorong, termasuk menjadi salah satu lumbung atau pemasok ikan di Kaltim,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berkomitmen akan terus mengandalkan koordinasi dengan penyuluh dan pemerintah desa untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan nelayan secara lebih rinci.

Setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan bentuk pembinaan maupun pendampingan yang dapat diberikan kepada kelompok nelayan.

“Kami akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan berdasarkan kendala yang disampaikan dari lapangan,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular