Dinkes NTB Lakukan Studi Bandi IMD, AE, dan Gerakan Ibu Hamil Sehat Di Kaltim

KALTIMNUSANTARA.COM- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Hamzi Fikri mengatakan kunjungan itu bertujuan penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan permasalahan gizi balita di NTB, yang saat ini tinggi dibandingkan dengan provinsi lain.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana Kaltim berhasil mencapai angka IMD di atas 80 persen, dan AE di atas 60 persen. Saat ini, kami masih di bawah target nasional yaitu 50 persen,” kata Fikri.

Sementara it, Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan kegiatan Dinkes NTB ke Kaltim terkait studi banding tentang program Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Ekslusif (AE) dan Gerakan Ibu Hamil Sehat.

Ia lalu berbagi pengalaman tentang program IMD dan AE di Kaltim, sebagai salah satu program kesehatan daerah.

“Kaltim kini menempati posisi keempat se-Indonesia untuk cakupan IMD. Keberhasilan itu membuat Dinkes NTB melakukan studi tiru di sini,” ucap Jaya, pada Rabu (22/11/2023).

Keberhasilan program kesehatan di Kaltim, menurutnya, tidak lepas dari kerja keras para tenaga kesehatan di puskesmas, kolaborasi dengan dinas terkait, dukungan penuh dari Gubernur Kaltim, serta partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya ibu hamil dan suaminya.

“Kami juga memiliki program kelas ibu hamil, yang dilakukan di seluruh kabupaten kota di Kaltim,” ujarnya.

Dari 188 puskesmas di Kaltim, sekira 90 persen sudah melaksanakan kelas ibu hamil yang diikuti oleh lebih dari 25 ribu ibu hamil dan suami.

Jaya berharap cakupan IMD dan AE di Kaltim semakin meningkat dan menapai lebih dari 90 persen lewat program kelas ibu hamil itu.

“IMD adalah pemberian ASI pertama kali kepada bayi yang baru lahir dalam satu jam pertama kehidupan, sedangkan AE adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan bayi,” ujarnya.

Program IMD dan AE sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan gizi ibu dan bayi, serta mencegah berbagai penyakit dan komplikasi.

Ia berharap studi banding yang dilakukan Dinkes NTB ini dapat berjalan dengan baik dan lancer. Sehingga ilmu yang didapatkan bisa diterapkan dan disesuaikan dengan daerah. (Ama/adv/DiskominfoKaltim).

Berita Terkait

Most Popular