SDI Bisa Jadi Acuan Canangkan Program Dispora Kaltim

KALTIMNUSANTARA.COM- Pengambilan kebijakan Dispora bisa diambil dari hasil pikiran jernih Sport Development Index (SDI). Karena SDI dinilai memiliki peran strategis di berbagai kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) Agus Hari Kesuma mengatakan, SDI peran SDI sangat krusial. Dimana SDI sebagai alat yang sangat berarti dalam mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Kemudian mendukung mewujudkan visi Desain Olahraga Besar Nasional (DBON).

“Artinya peran SDI sangat krusial. Nilai positif nya luar biasa,” ungkapnya (15/11/2023).

Ia mengutarakan dalam Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON, salah satu visi yang diusung adalah “Mewujudkan Indonesia Bugar” pada tahun 2045.

Untuk mencapai visi ini, dibutuhkan partisipasi aktif 70 persen masyarakat dalam berolahraga setidaknya 3 kali seminggu, dengan durasi minimal 60 menit. Selain itu, diharapkan 60 persen masyarakat memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik.

Kemudian dalam Permenpora Nomor 6 Tahun 2022 tentang Peta jalan DBON, ditargetkan bahwa pada tahun 2023 partisipasi masyarakat dalam olahraga mencapai 37 persen, dan pada tahun 2024, meningkat menjadi 40 persen.

“Artinya SDI menjadi instrumen penting dalam mencapai tujuan besar untuk membuat Indonesia lebih sehat dan bugar,” tambahnya.

AHK menyatakan bahwa SDI hanyalah potret hasil pembangunan olahraga sehingga yang terpenting adalah langkah-langkah, rumusan kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan.

“Nah setelah semua itu terpenuhi kita memiliki gambaran tentang perkembangan olahraga,” imbuhnya.

Ia menilai dengan data yang akurat dan kebijakan yang tepat, harapannya visi DBON dapat terwujud dengan baik.

“Ini adalah langkah penting untuk merubah berbagai kebijakan olahraga yang sebelumnya mungkin lebih berorientasi pada tujuan, menjadi kebijakan yang berlandaskan bukti,” tandasnya. (Akbar/ADV/Dispora Kaltim)

Berita Terkait

Most Popular